JAKARTA - PGMOL (Professional Game Match Officials Limited) atau Badan Pengawas Wasit Sepak Bola Inggris terkejut dengan pelecehan dan ancaman terhadap Michael Oliver setelah Arsenal mendapat kartu merah.
Polisi telah meluncurkan penyelidikan atas ancaman dan pelecehan yang ditujukan kepada wasit Michael Oliver dan keluarganya setelah kartu merah kontroversial Myles Lewis-Skelly dalam kemenangan Arsenal 1-0 atas Wolverhampton Wanderers pada Sabtu, 25 Januari 2025.
Oliver mengeluarkan Lewis-Skelly pada menit ke-43. Bek sayap Arsenal itu dianggap telah melakukan pelanggaran keras terhadap Matt Doherty.
Keputusan tersebut, yang didukung oleh VAR, mendapat kritik luas dari para pakar dan suporter.
Manajer The Gunners, Mikel Arteta, mengatakan dia benar-benar marah tentang pengusiran Lewis-Skelly.
BACA JUGA:
PGMOL, badan yang bertanggung jawab atas wasit dalam sepak bola Inggris, mengeluarkan pernyataan pada Minggu malam, 26 Januari 2025, untuk mengungkapkan bahwa Oliver telah menjadi sasaran serangan.
"Kami terkejut dengan ancaman dan pelecehan yang ditujukan kepada Michael Oliver setelah pertandingan Wolverhampton Wanderers vs Arsenal."
"Tidak ada wasit yang boleh menjadi sasaran segala bentuk pelecehan, apalagi serangan keji yang ditujukan kepada Michael dan keluarganya selama 24 jam terakhir."
"Polisi sudah mengetahuinya dan sejumlah penyelidikan telah dimulai. Kami mendukung Michael dan semua yang terdampak. Kami bertekad untuk mengatasi perilaku yang tidak dapat diterima ini."
"Sayangnya, ini bukan pertama kalinya wasit pertandingan dipaksa menghadapi ancaman dalam beberapa waktu terakhir. Kami akan terus mendukung semua penyelidikan," bunyi pernyataan PGMOL.
Liga Inggris membagikan pernyataan mereka sendiri untuk mendukung Oliver.
"Liga Inggris mengutuk keras ancaman dan pelecehan yang ditujukan kepada Michael Oliver."
"Tidak ada wasit yang boleh menjadi sasaran segala bentuk pelecehan. Kami akan terus mendukung Michael, PGMOL, dan semua penyelidikan," bunyi pernyataan Liga Inggris.
Sebelumnya, Mike Dean mundur dari jabatan wasit untuk sementara waktu pada 2021 setelah melaporkan ancaman pembunuhan kepada polisi.
Hal itu terjadi setelah keputusan kontroversial untuk mengusir gelandang West Ham United, Tomas Soucek, saat melawan Fulham.