Hadapi Kejuaraan Dunia di Jakarta, PB Perbakin Harap Diskresi Karantina Segera Direalisasikan
Atlet tembak Vidya Rafika Toyyiba (INSTAGRAM @vdyarfka__)

Bagikan:

JAKARTA - Pengurus Besar Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia (PB Perbakin) berharap diskresi karantina untuk pelaku olahraga segera direalisasikan oleh pemerintah.

Perbakin mengatakan bahwa kebijakan ini sangat diperlukan karena bulan depan Kejuaraan Dunia ISSF Grand Prix Rifle/Pistol akan digelar di Jakarta pada 8-18 Februari nanti.

”Izinkan kami mendapat kabar bahagia yang sempurna. Jika diskresi karantina untuk pelaku olahraga bisa direalisasikan segera, terutama di Grand Prix, kegembiraan kami terasa lengkap,” ujar Sekretaris Jenderal PB Perbakin Hendry Oka dalam rilis yang diterima VOI.

Usulan diskresi karantina sudah disampaikan Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali.

Perihal itu tertuang secara resmi melalui surat bernomor 1.12.3/NOC-INA/PRE/2022 yang ditandatangani oleh Oktohari pada 12 Januari lalu.

Diskresi atau atau dispensasi karantina bagi pelaku olahraga dari luar negeri ini diajukan setelah KOI mendengar pengalaman dan masukan dari federasi nasional yang kesulitan menyelenggarakan turnamen internasional di Indonesia karena durasi karantina yang panjang.

”Bagi Perbakin, diskresi karantina sangat diperlukan. Apalagi kami berencana menggelar Grand Prix yang menjadi tolak ukur ISSF (Federasi Menembak Internasional) agar Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia. Sebab, event ini menjadi acuan mereka untuk melihat kesiapan Indonesia untuk menjadi tuan rumah World Cup,” ujar Hendry Oka.

Tahun ini, Indonesia memiliki agenda olahraga yang padat. Di single event ada Piala Davis, MotoGP, IESF 14th Esports World Championships, salah satu seri Piala Dunia Panjat Tebing, serta turnamen bulu tangkis Indonesia Master dan Indonesia Open.

Selain itu, Indonesia juga menghadapi lima multi event. Rinciannya SEA Games Hanoi (12-23 Mei), Children of Asia (27 Juli-8 Agustus), Islamic Solidarity Games Konya (9-18 Agustus), Asian Games Hangzhou (10-25 September), serta Asian Youth Games Shantou (20-28 Desember). 

Ada pula rencana Indonesia untuk menjadi tuan rumah ASEAN Para Games 2022 serta ANOC World Beach Games 2023.