Bagikan:

JAKARTA - Vokalis sekaligus bassis band rock progresif legendaris Rush, Geddy Lee, membuat pengakuan mengejutkan terkait salah satu lagu paling ikonis dalam sejarah musik rock, "Tom Sawyer".

Lagu yang dirilis pada tahun 1981 silam tersebut rupanya hampir didepak dari album “Moving Pictures” karena proses rekaman yang dinilai sangat menyiksa.

Dalam wawancara terbaru di kanal YouTube milik Rick Beato, Lee mengungkap bahwa dirinya sempat merasa sangat muak dengan lagu tersebut. Ketika ditanya mengapa "Tom Sawyer" bisa begitu melekat dan bergaung kuat di hati para pendengar, Lee justru mengaku bahwa dia adalah orang terakhir yang menyadari potensi besar lagu tersebut.

"Saya orang terakhir yang tahu karena ketika kami menyelesaikan lagu itu di studio, kami merasa sangat frustasi. Itu adalah lagu yang sangat sulit untuk dibuat dan sulit untuk di-mixing. Setiap tahapan rekaman selalu dirundung masalah. Dan pada akhirnya, saya sangat muak dengan lagu keparat itu, saya sampai tidak ingin memasukkannya ke dalam album," kata Geddy Lee.

Beruntung, ego tersebut tidak menang. "Tom Sawyer" tetap dimasukkan ke dalam kantong album *Moving Pictures* dan bertransformasi menjadi salah satu pilar kesuksesan karier Rush.

Lagu ini meledak di radio, menguasai rotasi MTV, hingga akhirnya masuk dalam jajaran terhormat Grammy Hall of Fame. Lee bahkan menertawakan keputusannya di masa lalu yang dinilainya sangat konyol.

"Jadi, bisa dibayangkan betapa bodohnya hal itu? Seperti, ayo kita jangan memasukkan lagu kita yang paling populer ke dalam album," canda Lee.

Di sisi lain, Rush baru saja menyelesaikan penampilan perdana mereka sejak tahun 2015 dalam gelaran Juno Awards di Kanada. Penampilan ini menjadi momen emosional karena posisi mendiang Neil Peart (drum), yang wafat akibat kanker otak pada awal 2020, kini digantikan oleh Anika Nilles.

Sepanjang pertunjukan, Rush memberikan penghormatan emosional dengan menampilkan rekaman video lawas Peart di layar besar panggung.

Kabar baik bagi para penggemar, unit rock asal Kanada itu juga telah resmi mengumumkan jadwal tur dunia berskala besar pada tahun 2027 mendatang. Band mengonfirmasi total 24 pertunjukan yang tersebar di 13 negara melintasi Inggris, Eropa, dan Amerika Selatan.

Tur ini sekaligus menandai kehadiran pertama mereka di panggung Eropa sejak tahun 2013, serta kunjungan perdana ke Amerika Selatan setelah absen selama 17 tahun.