JAKARTA - Band rock legendaris asal Kanada, Rush, secara mengejutkan mengumumkan rencana comeback untuk tur pada musim panas 2026. Keputusan ini datang setelah masa hiatus panjang dan meninggalnya sang drummer, Neil Peart, pada Januari 2020 akibat kanker otak glioblastoma.
Pengumuman yang semula dianggap mustahil oleh banyak pihak ini disampaikan secara kasual oleh Geddy Lee (vokal, bass, synthesizer) dan Alex Lifeson (gitar) dalam sebuah acara rahasia di Rock & Roll Hall of Fame, Cleveland, AS baru-baru ini.
Tur reuni bertajuk “Fifty Something” ini dijadwalkan berlangsung di tujuh kota di Amerika Utara, diawali dengan dua malam di Kia Forum, Los Angeles pada 7 dan 9 Juni 2026.
Pemilihan lokasi awal tur sangat berarti, mengingat Kia Forum adalah tempat Rush menggelar konser terakhir mereka pada tahun 2015.
Setelah Los Angeles, tur akan menyambangi Mexico City untuk satu pertunjukan, disusul dengan dua malam di Fort Worth, Chicago, New York, dan Toronto, sebelum puncaknya di Cleveland pada 17 September.
Adapun, tur Rush yang akan datang di Amerika Utara dideskripsikan sebagai perayaan musik, warisan, dan kehidupan mendiang Neil Peart. Keputusan comeback ini juga mendapat dukungan penuh dari istri mendiang, Carrie Nuttall-Peart, dan putrinya, Olivia.
Dalam sebuah pernyataan pers bersama, mereka menyatakan antusiasme untuk mendukung tur “Fifty Something”, sambil menghormati warisan luar biasa Neil Peart.
BACA JUGA:
"Kami sangat gembira melihat babak baru ini terungkap, dan mendengar musik legendaris ini dimainkan secara langsung sekali lagi," kata Carrie, dikutip Variety, Selasa, 7 Oktober.
Lee dan Lifeson mengungkapkan bahwa inisiatif untuk bermain bersama muncul setelah mereka mulai jamming lagu-lagu Rush secara privat dan tanpa tujuan.
"Kami tertawa terbahak-bahak, dan sangat menikmatinya. Bermain lagu-lagu itu seolah menghilangkan awan gelap," tutur Lee.
Pertanyaan besar mengenai siapa yang akan mengisi posisi yang ditinggalkan Peart—yang dijuluki The Professor—juga sudah terjawab. Rush memilih Anika Nilles, komposer dan produser asal Jerman yang sebelumnya pernah melakukan tur bersama Jeff Beck dan telah merilis empat album solo.
Nilles masuk dalam radar Lee dan Lifeson melalui rekomendasi John "Skully" McIntosh, teknisi bass Lee, yang sempat tur bersama Jeff Beck. Mereka kemudian secara rahasia mengundang Nilles ke Kanada, bukan untuk audisi, melainkan sebagai eksperimen yang berujung pada bertemunya chemistry yang pas.
Meski demikian, Lee menambahkan bahwa siapapun drummer yang terpilih akan mengalami kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan nuansa unik musik Rush. "Akan ada semacam 'terjemahan' yang rumit," pungkasnya.