Bagikan:

JAKARTA - Legenda musik dunia sekaligus gitaris Black Sabbath, Tony Iommi, resmi dianugerahi penghargaan bergengsi Lord Mayor's Awards.

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Walikota Birmingham, Zafar Iqbal MBE, dalam rapat umum tahunan dewan kota, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Iommi yang telah mengharumkan nama kota kelahirannya itu di kancah internasional.

Iommi yang lahir di Handsworth, Birmingham, pada 19 Februari 1948, dinilai sukses menempatkan Birmingham dalam peta kebudayaan dunia lewat cetak biru musik heavy metal yang ia ciptakan.

Bersama Black Sabbath, inovasinya tidak hanya memengaruhi ratusan band setelahnya, tetapi juga memperkaya kehidupan jutaan pecinta musik di seluruh dunia.

Zafar Iqbal menyatakan, penghargaan ini merupakan bentuk penghormatan bagi figur-figur yang memberikan pelayanan dan dedikasi luar biasa bagi masyarakat.

"Dari ikon global seperti Tony Iommi hingga mereka yang bekerja tanpa lelah di komunitas kami, setiap pemenang penghargaan telah memainkan peran penting dalam membentuk Birmingham yang kita semua cintai, memperkuat komunitas kita, dan meningkatkan reputasinya di panggung nasional dan internasional," kata Iqbal, dikutip Blabbermouth, Rabu, 20 Mei.

Keberhasilan Iommi merajai industri musik global sebenarnya lahir dari sebuah kisah keteguhan yang luar biasa. Saat remaja, ia hampir kehilangan karier bermusiknya akibat kecelakaan tragis di sebuah pabrik logam yang memotong ujung jari-jari tangan kanannya.

Berkat inspirasi dari gitaris Django Reinhardt, Iommi menolak menyerah dan membuat alat bantu dari plastik lunak untuk dipasang di ujung jarinya.

Keterbatasan fisik itu justru melahirkan teknik detuned—menurunkan nada senar gitar—yang menghasilkan suara gelap, berat, dan tebal. Gaya permainan inilah yang kemudian menjadi fondasi lahirnya genre heavy metal.

Bersama Ozzy Osbourne, Geezer Butler, dan Bill Ward, Black Sabbath menelurkan album-album legendaris yang merajai dunia, seperti “Paranoid” (1970) dan “Master of Reality” (1971), hingga berhasil menjual lebih dari 70 million keping album di seluruh dunia.

Sebagai satu-satunya anggota yang bertahan di sepanjang sejarah Black Sabbath, dedikasi Iommi terhadap musik tidak pernah surut. Bahkan saat didiagnosa mengidap kanker limfoma folikuler pada proses penggarapan album “13” (2013), ia tetap teguh menulis lagu di studio rumahnya di sela-sela menjalani perawatan kemoterapi.

Ketangguhan sang maestro itu berbuah manis dengan membawa album tersebut memuncaki tangga lagu Billboard Amerika Serikat untuk pertama kalinya dalam sejarah band.