JAKARTA - Penyanyi-penulis lagu kelahiran Jepang yang berbasis di Amerika Serikat, Mitski, angkat bicara mengenai keputusan terkait format rangkaian pertunjukannya di tahun 2026.
Alih-alih melakukan tur dunia konvensional yang berpindah kota setiap malamnya, musisi 35 tahun itu lebih memilih skema residensi di beberapa lokasi terpilih untuk mendukung album teranyarnya, “Nothing’s About to Happen to Me”.
Lewat video yang diunggah di X, Mitski menjelaskan, saat ini ia merasa memiliki dorongan kreatif yang lebih kuat untuk menulis lagu baru dibandingkan menghabiskan seluruh waktunya di atas panggung.
Keputusan tersebut diambil karena ia merasa tidak mampu menyeimbangkan intensitas penulisan lagu dengan jadwal tur yang padat secara bersamaan.
"Saat ini, saya merasakan tarikan yang lebih kuat untuk menulis lebih banyak, dan demi melakukan itu, saya harus memangkas aktivitas pertunjukan,” kata Mitski
“Saya tidak bisa melakukan keduanya secara bersamaan. Beberapa artis mungkin bisa, namun saya bukan tipe orang yang bisa melakukan semuanya sekaligus," sambungnya.
Meski membatasi jumlah pertunjukan dengan format residensi beberapa malam di satu lokasi, pelantun “My Love Mine All Mine” itu menegaskan, bukan berarti ia akan berhenti melakukan tur konvensional di masa depan. Ia mengaku sangat antusias dengan proses kreatif yang sedang ia jalani dan berharap para penggemar bisa bersabar menantikan hasil dari periode penulisan ini.
BACA JUGA:
"Saya merasa sangat, sangat bersemangat tentang potensi untuk menunjukkan kepada kalian apa yang dihasilkan dari periode penulisan ini. Saya tidak bisa menjanjikan apa pun kepada kalian, tetapi saya merasa bersemangat tentang apa yang akan datang dari sini, dan saya harap kalian juga merasakannya," tutur penyanyi yang punya nama asli Mitsuki Laycock itu.
Adapun rangkaian pertunjukan global Mitski telah dimulai sejak peluncuran albumnya pada Februari lalu, dibuka dengan residensi selama enam malam di The Shed, New York City.
Berdasarkan jadwal resmi, Mitski juga akan menyambangi Asia Tenggara pada bulan Juli mendatang. Indonesia masuk dalam daftar destinasi tersebut, di mana ia dijadwalkan tampil di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, pada 18 Juli.
Selain itu, ia juga akan singgah di Manila, Bangkok, Kuala Lumpur, dan Singapura untuk menutup rangkaian turnya tahun ini.