JAKARTA - Kabar duka menyelimuti blantika musik rock dunia. Christopher North, kibordis sekaligus pendiri band rock ikonik asal Amerika Serikat, Ambrosia, dikabarkan meninggal dunia pada usia 75 tahun.
Musisi yang dijuluki sebagai "Raja Hammond B3" itu mengembuskan napas terakhirnya setelah meninggalkan warisan musikal yang mendalam di genre progresif dan soft rock.
Kabar kepergian North dikonfirmasi langsung melalui pernyataan resmi band di akun media sosial mereka. Ambrosia mengenang North sebagai arsitek suara yang mendefinisikan identitas musik mereka sejak pertama kali dibentuk pada tahun 1970. Dedikasinya di balik perangkat tuts memberikan kedalaman emosional.
"Penggemar Ambrosia, kami menghormati kehidupan dan karier legendaris anggota keluarga tersayang kami, Christopher North, sang 'Raja Hammond B3' yang arsitektur soniknya mendefinisikan generasi progresif dan soft rock," tulis Ambrosia, mengutip keterangan unggahan, Rabu, 1 April.
Pihak band juga menggambarkan sosok North sebagai seorang penyihir yang membawa intensitas luar biasa di setiap pertunjukan.
"Kami akan selalu mengingat 'Northwind' karena kehadiran panggungnya yang berapi-api dan intens—sebuah warisan yang dimulai ketika dia pertama kali ditemukan bermain di ruangan remang-remang, dengan organ miliknya yang dihiasi sebotol anggur," tambah pihak band.
BACA JUGA:
Meski penyebab pasti kematiannya belum diungkap secara detail ke publik, pihak manajemen menyebutkan bahwa North telah menghadapi berbagai masalah kesehatan dalam beberapa tahun terakhir.
Diketahui, North sempat berjuang melawan kanker tenggorokan dengan sangat berani hingga dinyatakan berhasil melewati masa-masa sulit tersebut. Namun, semangatnya terhadap musik dan para penggemar tidak pernah luntur hingga akhir hayatnya.
Sebagai informasi, Christopher North ikut mendirikan Ambrosia di Los Angeles bersama rekan-rekannya, yakni David Pack (vokal/gitar), Joe Puerta (bass/vokal), dan Burleigh Drummond (drum).
Bersama grup ini, ia melahirkan deretan hits yang merajai tangga lagu Billboard pada era 1970-an dan 1980-an, seperti "Biggest Part of Me", "How Much I Feel", dan "Holdin’ on to Yesterday".
Kemampuannya memadukan kerumitan musik progresif dengan melodi pop yang manis membuat Ambrosia menjadi salah satu band yang dihormati di zamannya.