JAKARTA - Willie Colón, komposer brilian asal Amerika Serikat sekaligus sosok sentral yang membidani lahirnya gerakan salsa Nuyorican, mengembuskan napas terakhirnya di New York pada Sabtu, 21 Februari waktu setempat.
Musisi yang dijuluki "El Malo" itu wafat dalam usia 75 tahun dengan meninggalkan warisan artistik yang tak ternilai bagi musik Latin.
Adapun kabar duka ini dikonfirmasi langsung oleh pihak keluarga melalui pernyataan resmi di akun Facebook sang musisi.
Dalam keterangannya, pihak keluarga menyampaikan, Colón berpulang dengan tenang di tengah orang-orang tercintanya.
"Dengan kesedihan yang mendalam, kami mengumumkan berpulangnya suami, ayah, dan musisi ternama kami tercinta, Willie Colón. Ia meninggal dunia dengan damai pagi ini, dikelilingi oleh keluarga yang menyayanginya," bunyi pernyataan resmi tersebut.
"Meski kami berduka atas ketidakhadirannya, kami juga bersukacita atas hadiah musiknya yang abadi dan kenangan indah yang ia ciptakan yang akan terus hidup selamanya,” sambungnya.
Sebagai informasi, Colón lahir di kawasan keras South Bronx, New York pada 28 April 1950. Ia memulai karier musiknya di usia yang sangat belia.
Pada umur 16 tahun, Colón sudah merekam album perdananya, “El Malo”, bersama Héctor Lavoe (vokal) di bawah naungan label Fania Records.
BACA JUGA:
Kolaborasi tersebut bukan sekadar kerja sama musisi biasa; keduanya dianggap sebagai arsitek utama yang merombak genre Latin menjadi lebih agresif, urban, dan relevan dengan kehidupan jalanan di New York.
Lagu-lagu seperti “Che Ché Colé”, “La Murga”, hingga “Calle Luna Calle Sol” menjadi bukti kejeniusan Colón dalam meramu aransemen trombon yang ikonik.
Mengutip catatan sejarah musik dari laman resmi Grammy, pengaruh Colón melampaui sekadar hiburan; ia menyuntikkan identitas sosial ke dalam irama salsa yang sebelumnya dianggap hanya sebagai musik pesta.
Setelah berpisah jalan dengan Lavoe, Colón membuktikan taringnya sebagai solois lewat album-album sukses seperti “The Good, the Bad, the Ugly” (1976) dan “Solo” (1988).
Sepanjang kariernya yang gemilang, musisi yang pernah berkolaborasi dengan Rubén Blades dan Celia Cruz itu berhasil meraih sembilan piringan emas dan lima piringan platina. Dengan total penjualan album melebihi delapan juta kopi di seluruh dunia, ia juga tercatat mengantongi delapan nominasi Grammy Awards.
Tak hanya di panggung musik, Colón dikenal sebagai aktivis sosial-politik yang vokal menyuarakan hak-hak komunitas Latin di New York—membuktikan bahwa seorang seniman memiliki tanggung jawab moral terhadap lingkungannya.