JAKARTA - Meskipun telah secara resmi mengakhiri jadwal turnya yang padat, legenda musik Elton John menegaskan bahwa dirinya belum pensiun total dari dunia hiburan dan masih akan terus aktif bermusik.
Seperti diketahui, pasca-tur perpisahan globalnya yang berakhir pada tahun 2023 di Eropa, John masih melakoni beberapa penampilan. Hingga akhir tahun ini, ia telah dijadwalkan untuk melakukan 11 pertunjukan privat.
"Saya belum pernah melakukan (pertunjukan privat) sebanyak ini seumur hidup saya—ada yang solo, ada yang bersama band," kata Elton John, mengutip Variety, Kamis, 27 November.
Sesekali, ia juga tampil di acara publik, seperti di Grand Prix Singapura bersama band dan pertunjukan one-off di San Diego untuk amal.
Tetap tampil di panggung musik membuatnya merasa senang, karena dapat membiayai kebutuhan hidupnya dan tetap bermusik.
Namun, tampil di panggung bukan tanpa kendala, mengingat kebutaan permanen di mata kanannya dan penglihatan yang sangat buruk di mata kiri.
BACA JUGA:
John sempat khawatir tidak bisa melihat tuts piano atau mikrofon. Namun, ia mengaku telah menemukan cara untuk mengatasinya. "Saya bisa melihat, karena semuanya begitu dekat," tuturnya.
"Yang tidak bisa saya lihat ketika saya bermain dengan band adalah bandnya, dan itu agak menyulitkan," imbuh John.
Ia tidak bisa melihat Nigel Olsson (drumer), sehingga harus meminta bantuan Davey Johnstone (gitaris utama) atau orang lain untuk memberi isyarat agar mereka tetap sinkron.
Terlepas dari itu, John merasakan sebuah anugerah. "Saya menyanyi lebih baik dari yang pernah saya lakukan sebelumnya, dan saya bermain dengan sangat baik, dan saya menikmatinya, dan itu sangat membantu saya," ujarnya.
Lebih lanjut, John menyatakan, dirinya sudah tidak sabar untuk segera masuk studio dan menulis lagu baru. Ia merasa perlu membuat rekaman yang lebih komersial dan lebih sesuai dengan masa kini, berbeda dengan album kolaborasi yang dibuat bersama Brandi Carlile, “Who Believes in Angels?”, yang dianggapnya sebagai album yang tidak kekinian.
Untuk mengatasi masalah penglihatan saat menulis lagu, David Furnish—istrinya—menyebut mereka telah melakukan langkah kecil yang menggembirakan.
"Kami (menemukan) teleprompter dengan huruf berwarna hijau, yang lebih mudah ia baca. Dan kami membuat ukuran hurufnya besar, dan kami hanya meletakkannya di depannya ketika ia menulis di piano," papar Furnish.
Meskipun menghadapi kesulitan fisik, kecintaan John pada musik tetap membawanya berkelana. Ia siap kembali ke studio untuk menulis lagu bersama produser favoritnya, Andrew Watt.
John menekankan, dalam menghadapi penyakit seperti penglihatannya yang menurun, sama seperti memerangi AIDS—seseorang tidak boleh kehilangan harapan dan harus terus berjuang.
"Musik telah menjadi seluruh hidup saya dan telah memberi saya begitu banyak dan membawa saya pada perjalanan yang tidak pernah saya duga akan saya jalani—dan hal itu masih terjadi," tandas John.