Bagikan:

JAKARTA - Setelah mencatatkan prestasi gemilang melalui dua album penuh, Pilot (2021) dan Pancarona (2024), The Lantis kembali mengukuhkan eksistensinya dengan melepas extended play (EP) bertajuk “Cara Mencintai”.

Rilisan ini bukan sekadar koleksi lagu baru, melainkan sebuah penegasan atas evolusi musikal mereka, di mana para personelnya tanpa henti mengolah kedalaman rasa sebagai sumber utama penciptaan karya.

EP “Cara Mencintai” merupakan manifestasi keberanian The Lantis untuk menyelami dimensi paling gelap dari sebuah relasi kasih sayang. Mereka mengupas tuntas rasa duka, berdamai dengan kenyataan yang ada, lantas menyusun kembali kepingan-kepingan kehilangan tersebut hingga menjelma menjadi sebuah karya yang penuh nyawa.

Karya ini bukan hanya merayakan keindahan cinta semata, melainkan berfungsi sebagai otopsi emosional yang mendalam terhadapnya: sebuah pemahaman tegas dari The Lantis bahwa mencintai sejatinya juga mencakup kesiapan untuk kehilangan.

Lima trek yang mengisi EP ini secara utuh terikat oleh satu benang merah, yakni teori Five Stages of Grief atau Lima Tahapan Duka. Konsep tersebut hadir sebagai refleksi terhadap fase kehidupan emosional yang hampir pasti pernah dilalui oleh setiap individu.

Konsep tersebut awalnya tidak direncanakan secara sengaja, namun secara alamiah muncul saat proses penggarapan.

"Awalnya enggak ada niatan bikin konsep kayak gini. Tapi pas lagunya udah jadi, kita lihat benang merahnya: semua tentang cara mencintai,” kata Ravi Rinaldy, gitaris sekaligus vokalis The Lantis, dalam keterangannya, Jumat, 14 November.

“Versi-versinya beda-beda. Dan dari situ kita sadar, cara mencintai seseorang itu nggak cuma dilihat dari gimana lo mencintainya di saat kasmaran, tapi gimana lo mencintainya di saat yang lagi turun juga. Gimana lo menanggapi hal itu juga," tambah Ravi.

Tiga trek dari EP ini telah lebih dulu diperkenalkan kepada publik, yaitu “Bunga Maaf” (November 2024), “Ambang Rindu” (April 2025), dan “Teruntuk Dirimu” (Agustus 2025). Secara bersamaan dengan peluncuran EP, trek pembuka album “Cara Mencintai” dan focus track “Bila” turut dirilis.

5 Tahapan Duka dari The Lantis

Setiap lagu memetakan satu fase duka: Lagu pembuka "Cara Mencintai" mewakili fase penyangkalan (denial) yang dihiasi pengorbanan yang halus. "Teruntuk Dirimu" mengilustrasikan amarah (anger)—ledakan keputusasaan yang pada akhirnya bertransformasi menjadi nyali untuk meninggalkan. "Ambang Rindu" berperan sebagai tawar-menawar (bargaining), momen ketika seseorang mulai mencoba menawar takdir dengan rasa rindu yang mendalam.

Selanjutnya, "Bunga Maaf" menjelma menjadi depresi (depression), ketika penyesalan datang terlambat dan semua kata-kata sudah tidak lagi berarti. Terakhir, "Bila" menutup narasi dengan penerimaan (acceptance) yang tenang dan jujur: sebuah pengakuan bahwa tidak semua kisah memang diciptakan untuk bertahan selamanya.

Ravi menambahkan pesan penting di balik fase penerimaan ini, "Kadang ada cerita yang emang cuma mampir di hidup lo. Tapi penting buat diingat, karena dia bagian dari lo juga. Mungkin nggak selamanya, tapi pernah jadi hidup lo."

Adapun, proses kreatif dan pengerjaan keseluruhan materi EP memakan waktu selama enam bulan, dari Oktober 2024 hingga April 2025. Periode ini disebut sebagai fase paling kolaboratif dalam riwayat The Lantis. Untuk pertama kalinya, tiga personel inti, Giri Virandi (bass, vokal), Ravi Rinaldy (gitar, vokal), serta Rifki Dzaky Fauzan alias Ojan (gitar), melibatkan produser dari luar. Mereka menggandeng Rendy Pandugo dan Krisna Trias.

Empat lagu dikerjakan bersama Rendy, sementara lagu “Ambang Rindu” tercipta bersama Krisna dalam sesi spontan yang luar biasa. Sesi yang mulanya hanya bertujuan menyempurnakan lagu lama justru menghasilkan karya baru dalam waktu kurang dari satu jam.

Mengenai cepatnya proses penciptaan lagu, Ojan mengatakan, "Awalnya kita mau ngeberesin lagu lama. Cuma pas bikin reff barunya, ternyata lebih enak kalau bikin lagu dari nol lagi. Dan itu flow-nya sangat-sangat natural. Sejam jadi lagunya."

Bagi The Lantis, EP ini juga menjadi wadah untuk membangun kematangan emosional dalam bermusik, terutama karena seluruh penulisan lirik dan komposisi dilakukan secara kolektif.

"Di EP ini semua lagu kita tulis bertiga,” ujar Ravi. “Sebelumnya kan kadang ada yang gue sendiri, kadang Giri sendiri. Sekarang full bareng. Rasanya kayak lebih jujur aja, lebih ‘kita banget.’"

Melalui EP “Cara Mencintai”, The Lantis berupaya memberikan ruang yang aman bagi siapapun yang sedang berupaya menerima sebuah kehilangan. Mereka ingin membuktikan bahwa duka dan cinta dapat hidup berdampingan tanpa saling meniadakan.