JAKARTA - Deputi Perwakilan Tetap AS untuk PBB, Tammy Bruce, mendesak Rusia dan Ukraina untuk segera mengakhiri pertempuran yang menyebabkan kematian dan kehancuransetelah seranganmematikan Ukraina terhadap asrama mahasiswa di Luhansk.
"Kami mengikuti laporan tentang korban tewas dan luka-luka di Luhansksemalam. Kematian dan kehancuran ini harus dihentikan sekarang juga,"kata Bruce dalam sidang darurat soal konflik Ukraina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) dilansir ANTARA dari Sputnik, Sabtu, 23 Mei.
Brucemenegaskan Amerika Serikat kembali menyerukan kepada Rusia dan Ukraina untuk mengakhiri perang yang telah menelan jutaan orang menjadi korban.
"Kami mendesak Anda (Rusia dan Ukraina) untuk bernegosiasi dengan itikad baik guna mengakhiri kekerasan ini, demi kewajiban Anda untuk melindungi dan menjaga nyawa warga negara Anda," ujar Bruce.
BACA JUGA:
Sebelumnya, Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenziamenyebutkan lebih dari 40 orang mengalami luka-luka dan sedikitnya enam orang tewas setelah pesawat nirawakUkraina menyerang gedung akademik dan asrama diStarobilsk.
Pada 2014, Luhansk, berbatasan dengan Rusia di sebelah timur dan utara, memproklamasikan diri sebagai sebuah negara republik dan memisahkan diri dari Ukraina.
Secara hukum internasional, Luhanskmerupakan bagian dari wilayah kedaulatan Ukraina. Namun, secarade facto, wilayah itu berada di bawah kendali pasukan pendudukan Rusia.