JAKARTA - Yayasan Anugerah Musik Indonesia (YAMI) secara resmi mengumumkan bahwa malam penganugerahan AMI Awards 2025 akan berlangsung pada 19 November mendatang.
Candra Darusman selaku Ketua YAMI mengatakan, penyelenggaraan edisi ke-28 AMI Awards nanti akan mengusung tema “Bhinneka Tunggal Suara”, yang menegaskan bahwa musik adalah bahasa universal yang mampu menyatukan keberagaman budaya, genre, dan generasi.
Tema ini mencerminkan semangat persatuan melalui nada dan irama, sekaligus merayakan kekayaan musikal Indonesia yang lahir dari perbedaan namun berpadu menjadi harmoni.
“’Bhinneka Tunggal Suara’ menjadi simbol bagaimana musik Indonesia terus tumbuh dalam keragaman, namun tetap satu dalam semangat dan jati diri bangsa, “ kata Candra dalam konferensi pers di Senayan, Jakarta Pusat pada Senin, 13 Oktober.
“Musik itu alat pemersatu kita semua. Dan kita tahu musik Indonesia itu sangat beragam, bervariasi, lintas generasi, dan kita sepakat lewat tagline kita tahun ini, kita terus berupaya dengan musik mempersatukan bangsa,” tambah Candra.
Tahun ini, tercatat 5.227 karya yang terdaftar—baik dalam format single maupun album—yang dirilis secara komersial pada periode 1 Juli 2024 hingga 30 Juni 2025.
BACA JUGA:
Jumlah karya yang mendaftarkan diri menunjukkan bahwa semangat berkarya para musisi tetap membara, terlepas dari tantangan industri musik yang terus berkembang.
“Jumlah pendaftar ini memang meningkat terus untuk AMI Awards, yang artinya kepercayaan para musisi untuk mendaftarkan karyanya juga meningkat,” ujar Syaharani dari Tim Kategorisasi AMI Awards.
“Dan tahun ini, lebih keren-keren lagi dari tahun lalu. Ada banyak banget jenisnya, dari sound vintage sampai yang baru juga ada. Jadi, variasinya luas sekali,” imbuhnya.
Dengan dukungan seluruh insan musik dan pekerja kreatif, AMI Awards 2025 diharapkan terus menjadi panggung apresiasi sekaligus motivasi bagi musisi Indonesia untuk berkarya dan menghadirkan kualitas terbaik bagi bangsa.