Bagikan:

JAKARTA - Dalam hitungan hari, para penikmat musik di Jakarta akan menjadi saksi dari sebuah perayaan agung, sebuah monumen musikal yang menandai lima dekade perjalanan Air Supply.

Duo legendaris asal Australia ini telah menetapkan Tennis Indoor Senayan sebagai titik temu bersejarah, tempat di mana mereka akan mengukir kembali kenangan pada Jumat, 26 September malam.

Perhentian di Jakarta ini bukanlah sekadar jadwal manggung biasa bagi Air Supply, melainkan pengakuan tersendiri bagi basis penggemar mereka yang setia di Asia Tenggara.

Perayaan emas ini terasa semakin istimewa dengan kehadiran KLakustik—KLa Project dengan konsep akustik—yang dikenal dengan aransemen lagu yang penuh nuansa romantis.

Kehadiran mereka di panggung yang sama tak hanya sekadar menjadi penampil pembuka. Lebih dari itu, grup beranggotakan Katon Bagaskara (vokal), Lilo (gitar), dan Adi Adrian (kibor) akan menyematkan sentuhan lokal untuk menciptakan kolaborasi resonansi yang menghangatkan suasana.

Konser ini bukan hanya tentang menyatukan dua entitas musik, melainkan juga tentang merayakan esensi romantisme yang timeless, yang mampu mengalirkan getaran emosional tak terlupakan.

Adapun, perjalanan 50 tahun Air Supply bukanlah waktu yang singkat. Ini adalah cerminan dari sebuah konsistensi, manifestasi cinta, dan keabadian karya yang tak lekang oleh zaman.

Bagi Russell Hitchcock dan Graham Russell, “Golden Anniversary” ini adalah sebuah pernyataan, sebuah wujud terima kasih kepada para penggemar yang telah memeluk musik mereka, dari satu generasi ke generasi berikutnya.

“Kami masih merasakan hal yang sama sekarang, hampir 50 tahun kemudian, dengan orang-orang datang menonton kami dan menjadikan setiap pertunjukan selalu sold out di berbagai benua,” kata Graham Russell dalam keterangannya, Senin, 22 September.

Pernyataan ini bukan sekadar retorika. Di Jakarta, euforia itu dipastikan benar-benar terasa.

Tiket untuk konser Air Supply & KLakustik Live In Jakarta sendiri sudah habis terjual dalam sekejap mata, jauh sebelum tanggal pertunjukan tiba. Ini adalah bukti nyata betapa kuatnya ikatan batin antara Air Supply dan penggemar di Indonesia—sebuah relasi yang telah terjalin lama dan menempatkan Indonesia sebagai salah satu basis penggemar terbesar mereka di Asia.

Rajawali Indonesia selaku promotor juga ingin memastikan konser ini menjadi malam yang penuh dengan syahdu, di mana setiap nada mengukir kenangan. Di luar dari sekadar sebuah pertunjukan musik, momen ini mengukuhkan posisi Jakarta sebagai salah satu persinggahan penting dalam buku sejarah perjalanan Air Supply.

Lebih dari itu, ini adalah bukti tak terbantahkan bahwa musik memiliki kekuatan universal untuk menyatukan hati, melintasi batas waktu, dan merangkul kenangan lintas generasi.

Sebagai informasi, jauh sebelum konser 50 tahun ini, Indonesia telah menjadi panggung favorit bagi Air Supply. Mereka telah beberapa kali menggelar konser di Tanah Air, bahkan mengadakan pertunjukan di luar Jakarta.

Pada tahun 2017, misalnya, mereka sempat tampil di Solo, Jawa Tengah, menunjukkan komitmen mereka untuk menjangkau penggemar di berbagai daerah. Konser-konser mereka di Indonesia selalu dipadati penonton, membuktikan bahwa musik mereka masih relevan dan dicintai.

Kekuatan melodi dari lagu-lagu seperti "Making Love Out of Nothing at All" dan "All Out of Love" telah menjadi soundtrack romansa bagi banyak pasangan dan mengiringi perjalanan hidup banyak orang Indonesia.