Bagikan:

JAKARTA - Mahardhika Soekarno terjun sebagai produser musik untuk karya terbaru Rafika Nurhadi. Pria yang akrab disapa Didi itu menangani aransemen, produksi, hingga nuansa musik secara keseluruhan yang membentuk identitas Rafika.

Kolaborasi keduanya bermula dari single Tak Ada (Januari 2025) yang menampilkan nuansa intim dan penuh kerinduan. Lalu pada September 2025 mereka merilis Suluh yang menjadi kelanjutan kisah musikal Rafika dengan sentuhan klasik-modern.

Melalui kedua karya ini, Mahardhika berhasil menyeimbangkan keintiman folk, kedalaman ambient, dan kekuatan aransemen yang emosional. Ia merasa Rafika punya karakter vokal khas yang dapat ia bantu memaksimalkannya.

Didi Soekarno (ist)
Didi Soekarno (ist)

"Rafika punya ciri suara yang khas dan cocok dengan single Tak Ada serta Suluh. Sedikit sentuhan saja membuat musiknya menyatu dengan suara, sangat emosional." ujar Didi Soekarno dalam keterangan tertulis, 22 September.

Bagi Rafika sendiri, Mahardhika bukan hanya produser, tetapi juga mentor kreatif yang membantu menuangkan setiap emosi menjadi bunyi yang hidup dan menyentuh hati pendengar.

Di balik setiap rilisan Rafika, Didi Soekarno menjadi peracik bunyi yang menjembatani eksplorasi artistik dan kualitas produksi, menghadirkan musik yang otentik, relevan, dan penuh jiwa.

Selain Rafika, Mahardhika Soekarno juga sudah mentransformasi Cita Rahayu yang dulunya dikenal bernama Cita Citata. Cita Rahayu baru saja mengeluarkan single yang berjudul Niscaya Nirkala dan sempat bikin heboh karena dikaitkan dengan sekte.