JAKARTA - John Mayer kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap para veteran AS. Belum lama ini, ia menggelar konser privat di Henson Recording Studios, Hollywood, di mana seluruh hasilnya didedikasikan untuk riset mengenai dampak kurang tidur pada kesehatan para veteran.
Acara yang dihadiri sekitar 100 orang, termasuk para veteran dan pendukung yayasannya, Heart and Armor Foundation. Ini menjadi momen peluncuran kampanye baru yayasan tersebut, yang secara spesifik akan mendukung penelitian yang dilakukan oleh University of California, San Francisco (UCSF), yang fokus pada masalah tidur yang kerap dialami para veteran.
"Heart and Armor sangat ilmiah, tapi juga emosional dan bisa dipahami," ungkap Mayer, yang ikut mendirikan yayasan ini pada 2019, dikutip Billboard, Senin, 22 September.
“Kemanusiaan di balik statistiknya itu sulit dan menyentuh. Sains pada akhirnya akan menangkap semua luka ini—PTSD, insomnia, cedera otak traumatis. Semua ini tidak harus bertahan selamanya,” tambahnya. “Kami telah menunjukkan bahwa kami dapat mempercepat pekerjaan baik dari beberapa pemikir terbaik di dunia untuk memajukan layanan kesehatan bagi satu generasi veteran.”
Sebelum memulai pertunjukan musiknya, Mayer bergabung dengan panel ahli untuk membahas pentingnya tidur bagi kesehatan veteran. Menurut data Heart and Armor, sekitar 60% veteran mengalami masalah tidur, atau tiga kali lebih banyak dibanding non-veteran. Angka ini bahkan melonjak hingga 93% pada veteran yang menderita PTSD.
"Tidur adalah salah satu masalah paling krusial yang berdampak pada kesehatan veteran," ujar Gerard Choucroun, Direktur Eksekutif Heart and Armor Foundation.
BACA JUGA:
"Melalui kampanye ini, kami berinvestasi dalam penelitian yang akan meningkatkan kesehatan, kesejahteraan, dan kehidupan veteran dalam jangka pendek dan untuk tahun-tahun mendatang,” sambungnya.
Dalam konsernya, Mayer membawakan 11 lagu, termasuk beberapa hit-nya seperti "Waiting on the World to Change" dan "Who Says". Suasana intim terasa hangat, terutama saat Mayer menyanyikan "New Light", lagu paling ceria malam itu. Ia bahkan mengajak penonton untuk ikut menari, mengubah suasana duduk yang formal menjadi pesta dansa dadakan.
Konser ditutup dengan lagu favorit penggemar, "Gravity". Sebelum membawakannya, Mayer menyampaikan rasa terima kasihnya. “Saya mendengar beberapa hal luar biasa yang diucapkan kepada saya dan mendengar hal-hal yang diucapkan kepada orang lain, oleh orang lain, yang benar-benar memulihkan banyak keyakinan dalam diri saya malam ini, jadi terima kasih banyak telah berada di sini,” ucapnya.
Di tengah pertunjukan, Mayer juga sempat berkelakar tentang perbedaan format lagu solonya dibandingkan saat ia tur bersama Dead & Company.
Setelah konser intim ini, Mayer dijadwalkan akan menjadi pembuka konser Zach Bryan pada 27 September di Michigan Stadium. Stadion tersebut memiliki kapasitas lebih dari 107.000 penonton—sebuah lompatan drastis dari konser privatnya yang hanya dihadiri 100 orang.