JAKARTA - Adjie Soetama, musisi dan penulis lagu Indonesia yang terkenal pada era 1980-an, telah meninggal dunia di usianya yang ke-68 tahun.
Ia sempat mengalami serangan jantung pada Minggu, 17 Agustus dan dilarikan ke RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat. Setelah dirawat beberapa hari, Adjie menghembuskan nafas terakhirnya pada Kamis, 21 Agustus pukul 19.40 WIB.
Nama Adjie Soetama memang tidak cukup familier di kalangan anak muda saat ini. Namun, ia dikenal dengan beberapa lagu hits di tahun 1980-an, yang masih terus dinikmati sampai saat ini.
Adjie yang lahir di Jakarta pada 17 September 1957 merupakan lulusan SMA 3 Teladan, yang dikenal melahirkan banyak musisi besar di era 1970-an, seperti Fariz RM, Addie MS, James F Sundah, Ikang Fawzi, Raidy Noor, hingga Deddy Dhukun.
Semasa duduk di bangku SMA, grup vokalnya berhasil menjadi finalis Lomba Cipta Lagu Remaja Prambors tahun 1977.
Selanjutnya, Adjie meneruskan pendidikan tinggi di Fakultas Hukum, Universitas Katolik Parahyangan, Bandung. Namun kecintaan terhadap musik sejak kecil justru membuatnya dikenang sebagai penulis lagu hits.
Masa keemasan Adjie sebagai penulis lagu terjadi di tahun 1980-an. Dua lagunya yang dibawakan Chrisye pada tahun 1985, “Aku Cinta Dia” dan “Hip Hip Hura”, meraih sambutan begitu positif.
SEE ALSO:
Lagu-lagu lain yang ia tulis juga turut dipopulerkan oleh sederet artis besar, seperti Vina Panduwinata, Ruth Sahanaya, Utha Likumahuwa, Titi DJ, Keenan Nasution, Trie Utami, hingga Atiek CB.
Sosok Adjie Soetama adalah contoh persistensi dan dedikasi dalam berkarya, mulai dari kecintaannya pada musik sejak SD, hingga berhasil mencetak lagu-lagu ikonik yang terus dikenang lintas generasi.
Ketika dunia musik Tanah Air dihadapkan dengan polemik hak cipta, di mana banyak penulis lagu tidak puas fdengan royalti yang didapat, Adjie sempat muncul ke publik dan bicara mengenai minimnya kesadaran para pengguna lagunya—terkhusus dalam konser musik—untuk patuh membayar royalti.
Lagu “Hip Hip Hura” oleh Chrisye dan “Cinta” dari Vina Panduwinata jadi sumber pendapatan terbesar dari royalti musik. Di luar itu, nilainya masih tidak begitu jelas, meski ia tidak benar-benar mempermasalahkannya.
Kinin Adjie Soetama telah tiada, namun karyanya akan tetap abadi. Ia bukan hanya sekadar pencipta lagu, namun juga pahlawan tak dikenal di balik layar yang membantu membentuk wajah musik pop Indonesia.