Bagikan:

JAKARTA - Natasya Elvira selalu punya cara untuk menampilkan pesona vokalnya. Bersama Societeit de Harmonie, penyanyi jazz muda itu memperkenalkan single barunya yang berjudul “Kutukan”.

Ditemui di sela penampilannya dalam BRI Jazz Gunung Series 2 Bromo akhir pekan lalu, Natasya mengaku lagu barunya yang ditulis awal tahun ini, terinspirasi dari karya-karya Bernadya.

“Waktu itu lagi naik-naiknya lagu Bernadya. Mungkin aku resonate kegalauannya dia,” ungkap Natasya.

Natasya menulis “Kutukan”—komposisi dan lirik—seorang diri. Di tengah malam, tidak sampai satu jam, ia berhasil meramu keseluruhan lagu.

Berbeda dari banyak lagu yang dibawakan dengan Societeit de Harmonie sebelumnya, Natasya membawakan single barunya hanya dengan iringan piano, dan latar sedikit elemen perkusi serta paduan suara.

“Pas ketemu Mas Andy Gomez pada piano, beliau mengaransemennya seperti lagu film horor ya malah,” ujar Natasya yang kemudian tertawa. “Padahal tadinya aku mau bikin lagu yang nyantai-nyantai gitu loh. Dan ya ternyata itu lebih masuk sih sama karakter vokal aku, yang horor-horor gitu.”

Adapun, “Kutukan” lahir dari momen yang sangat personal bagi Natasya. Lagu ini adalah pengakuan emosional tentang lingkaran hubungan toksik yang penuh ketegangan.

Visual untuk single "Kutukan" juga memainkan peran besar dalam menyampaikan cerita lagu. Artwork karya Rici Shahputra ini terinspirasi dari lukisan ikonik René Magritte, “The Lovers” (1928), yang menangkap esensi cinta buta.

Sementara itu, video lirik yang digarap Muhammad As’ad Asyikin Nur diambil di sebuah warung kopi di Malang selama tur Jawa pada akhir 2024. Video ini menggambarkan seseorang yang beradu argumen melalui telepon dengan kekasihnya—mencerminkan cinta yang intens namun penuh konflik.

Lewat single ini, Natasya Elvira dan Societeit de Harmonie tidak hanya merilis sebuah lagu, namun juga memberikan pengalaman emosional yang mengajak pendengar untuk merasakan luka, menyadari realitas, dan menemukan kekuatan dalam kerentanan.