JAKARTA - Sal Priadi tidak pernah menyatakan dirinya sebagai penyanyi atau musisi jazz. Namun begitu, ia kerap tampil di berbagai festival musik yang dilabeli sebagai gelaran musik jazz.
Terbaru, Sal tampil menutup gelaran BRI Jazz Gunung Series 2 Bromo yang digelar di Amphitheater Jiwa Jawa Resort Bromo, Probolinggo, akhir pekan lalu.
Menanggapi polemik yang ramai dibahas belakangan—mengenai festival musik jazz yang lebih memilih penyanyi pop dan kurang mengapresiasi musisi jazz—Sal mengaku selalu berpikir untuk menampilkan sesuatu yang memuat unsur jazz.
“Di luar semua perdebatan soal kemarin, tentu saja aku sebagai seorang musisi yang bukan musisi beraliran jazz, tentu saja setiap bermain di acara yang berbau jazz, kaya "Wah, gimana nih ya, apakah harus kita bikin lebih jazz?'” kata Sal, ditemui di sebelum penampilannya di BRI Jazz Gunung Series 2 Bromo.
Sal sendiri yakin, kehadirannya sebagai penyanyi pop sudah diperhitungkan oleh promotor yang mengundangnya. Ia yakin, pendengarnya bisa menjadi bagian dalam mendukung musisi jazz lain yang hadir sebagai penampil.
“Tapi aku percaya, aku dipilih untuk tampil pasti ada alasan tertentu lah, mungkin bisa menggaet pendengar-pendengar aku untuk bisa mengenal musik jazz,” ujar penyanyi-penulis lagu 33 tahun itu.
“Itu mungkin salah satunya. Jadi, aku selalu senang bisa terlibat,” imbuhnya.
BACA JUGA:
Dalam penampilannya, Sal bersama dua penyanyi latarnya—Natania Karin dan Syanine Prameswari—tampil layaknya di panggung musikal. Materi dari Tur Zuzuzaza yang digelar tahun lalu pun dibawakan kembali, kali ini di tengah dinginnya alam Bromo yang mencapai 11 derajat Celcius.
“Dari planet lain”, “Yasudah”, “Zuzuzaza”, “Kita usahakan rumah itu”, “Besok kita pergi makan”, dan “Mesra-mesraannya kecil-kecilan dulu” dibawakan bergantian. Penonton tampak begitu menikmati gaya musikal Sal bersama Natania dan Syanine di atas panggung.
Pertunjukan jadi ruang reflektif ketika intro “Gala bunga matahari” dimainkan. Sal meminta para penonton untuk mengingat mereka yang sudah berpulang kepada Sang Pencipta. Di akhir lagu, ia juga mengajak semua orang berdoa bersama.
Sal menutup penampilan dengan membawakan “I’d like to watch you sleeping” dan “Dalam diam”. Tepuk tangan meriah penonton pun mengiringi Sal dan band pengiring yang turun dari panggung.