Bagikan:

JAKARTA - Musisi asal Flores, Ivan Nestorman kembali menunjukkan dedikasinya dalam melestarikan sekaligus mengembangkan kebudayaan lokal melalui musik. Berbeda dari banyak rilisan sebelumnya, kali ini Ivan meluncurkan sebuah lagu berbahasa Jawa yang berjudul "Life Goes On (Ora Usah Mlayu)".

Ivan Nestorman menjelaskan, lagu yang diperkenalkan kali ini merupakan imbauan untuk tidak lari atau sembunyi dari masalah.

"Hadapi saja, terima saja. Masih ada hari esok. Susah sehari cukup sehari. Jangan sampai merasuk ke dalam hati," kata Ivan melalui siaran pers yang diterima VOI, Rabu, 2 Juli.

Pemilihan bahasa Jawa – yang notabene bukan bahasa ibu Ivan – didasarkan pada keyakinan bahwa bahasa-bahasa daerah di Indonesia dapat menjadi media yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan positif.

"Ini adalah bentuk revitalisasi bahasa-bahasa yang ada di Nusantara, agar tumbuh berdampingan dengan Bahasa Indonesia," tambah Ivan. "Saya ingin menunjukkan bahwa bahasa daerah tidak hanya sebagai simbol identitas, tetapi juga sebagai sarana untuk menyampaikan pesan-pesan yang bermakna.”

Dipersembahkan melalui Bahasa Ibu Records, Ivan berharap "Life Goes On (Ora Usah Mlayu)" dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian bahasa dan budaya.

"Musik memiliki kekuatan untuk menyatukan orang dan membangkitkan kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya. Saya berharap bahwa lagu ini dapat menjadi inspirasi bagi orang-orang untuk lebih menghargai bahasa dan budaya daerah," tuturnya.

Selain dirilis secara digital, Ivan Nestorman juga mengeluarkan video musik “Life Goes On (Ora Usah Mlayu)”, yang dapat dilihat melalui kanal YouTube Nestornation Channel.

Ivan Nestorman juga berencana menjalani serangkaian konser dan pertunjukan untuk mempromosikan lagu ini. "Saya ingin membawa lagu ini ke berbagai tempat di Indonesia dan membagikan pesan-pesan positif kepada masyarakat.”

Melalui perilisan lagu ini, ia berharap dapat mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap pelestarian bahasa dan budaya daerah.

"Kita harus menyadari bahwa bahasa dan budaya daerah adalah bagian dari identitas kita sebagai bangsa,” pungkas Ivan Nestorman.