JAKARTA - Sabrina Carpenter jadi nama terbaru yang bersuara mengenai kerasahannya melihat banyak orang yang datang ke konser justru lebih sibuk merekam dengan ponselnya ketimbang menikmati pertunjukan.
Solois 26 tahun itu bahkan mengaku pernah mempertimbangkan untuk menerapkan larangan membawa ponsel di konsernya, meski ia sadar akan membuat penggemarnya marah.
Adapun, ide tersebut muncul setelah Carpenter pergi ke konser Silk Sonic, di mana ponsel dilarang, yang menurutnya menjadikan pengalaman menonton konser jadi lebih menyenangkan.
“Saya pergi menonton Silk Sonic di Vegas, dan mereka mengunci ponsel saya. Saya tidak pernah mendapatkan pengalaman yang lebih baik di konser,” kata Carpenter dalam wawancara terbaru dengan Rolling Stone.
“Saya benar-benar merasa seperti kembali ke tahun 70-an – tidak hidup. Benar-benar merasa seperti berada di sana. Semua orang bernyanyi, menari, saling memandang, dan tertawa. Itu benar-benar terasa begitu indah,” sambungnya.
Pelantun “Espresso” itu sadar betul dirinya tumbuh pada era di mana orang-orang membawa ponsel ke konser. Itu sesuatu yang normal. Ia juga tidak bisa menyalahkan penonton yang ingin mengabadikan kenangan.
BACA JUGA:
“Namun, tergantung pada seberapa lama saya ingin melakukan tur, dan berapa usia saya, gadis, singkirkan saja ponsel-ponsel itu. Anda tidak dapat memperbesar wajah saya. Saat ini, kulit saya lembut dan kenyal. Tidak apa-apa. Jangan perbesar saya saat saya berusia 80 tahun di atas sana,” tambahnya.
Larangan membawa ponsel di konser musik sudah banyak diterapkan, di mana penyelenggara menggunakan kantong yang biasanya tidak dapat dibuka hingga akhir pertunjukan.
Jack White telah menjadi salah satu pendukung larangan ponsel sejak tahun 2018, dengan mengklaim bahwa hal tersebut memungkinkan pengalaman menonton konser jadi 100 persen manusiawi.
Selain itu, band rock asal Swedia, Ghost juga memberlakukan aturan “bebas ponsel” untuk tur dunia mereka tahun ini.