JAKARTA - Dian Hadipranowo atau lebih dikenal sebagai Dian HP, didapuk menjadi penata musik drama musikal MAR yang digelar selama tiga hari di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan pada 26-28 Februari.
Dalam pertunjukan ini, Dian meramu ulang 18 lagu dari Ismail Marzuki. Dengan pendekatan jazz, ia memimpin big band untuk mengaransemen setiap lagu agar berkesesuaian dengan cerita yang diangkat.
Mengingat dibawakannya lagu-lagu Ismail Marzuki mengharuskan adanya izin dan pembayaran royalti – yang saat ini dimiliki oleh anaknya sebagai ahli waris pemegang hak cipta – Dian memastikan seluruh prosedur dijalankan dengan menghormati hak cipta sang komposer.
“Termasuk untuk (lagu-lagu) Ismail Marzuki ini, produser sudah mengurus itu harusnya. Jadi, saya nggak pernah berani (bawakan lagu Ismail Marzuki tanpa memenuhi hak ekonomi pencipta),” kata Dian saat ditemui sebelum pementasan hari pertama.
“Kalau produser bilang 'Udah (diurus) kok, udah.' 'Bener udah?' Yaudah kita jalanin,” lanjutnya.
Sebagai musisi, Dian tahu betul bahwa setiap karya musik mengandung hak moral dan hak ekonomi bagi si pencipta. Ia bahkan selalu memastikan agar seluruhnya sesuai prosedur.
“Saya tuh biasanya kalau mau bekerja di acara apapun, itu selalu saya tanya, sudah diurus belum royaltinya. Saya biasanya gitu,” ujar Dian.
BACA JUGA:
“Karena saya termasuk yang peduli akan itu, hak-hak yang harus dimiliki pencipta. Pokoknya siapapun, seniman itu harus punya haknya, karena mereka bekerja dan berpikir untuk menciptakan karya,” imbuhnya.
Adalun, drama musikal MAR diproduksi ArtSwara dan disutradarai oleh Wawan Sofwan, dengan naskah yang ditulis Titien Wattimena.
Pementasan ini menjanjikan pengalaman dalam bentuk paduan antara sejarah, musik, dan romansa, dengan menampilkan kisah cinta dan ketabahan dengan latar belakang perjuangan Indonesia usai kemerdekaan yang diikuti dengan terjadinya insiden tragis bersejarah, Bandung Lautan Api.
Mereka yang akan tampil di atas panggung adalah Gabriel Harvianto sebagai pemeran utama, dengan kekasihnya yang diperankan oleh Galabby Thahira. Selain itu, ada juga Taufan Purbo Kusumo, Ni Made Ayu Vania Aurellia, Bima Zeno Pooroe, dan Witrie.