Bagikan:

JAKARTA - Farrel Hilal kembali menawarkan suara merdunya dengan rilisan single ketiga di akhir Januari ini melalui “Dirimu yang Lain”.

Menghadirkan gaya akustik, hasil ciptaan Farrel ini sendiri akan memakai sound-sound yang lebih organik. Gaya bernyanyinya pun lebih mengarah ke pop ballad dibanding dua single sebelumnya yang condong ke R&B karena keinginan solois muda ini adalah mencoba membuat lagu dengan nuansa pop ballad. Hal ini ternyata memberikan tantangan bagi pria kelahiran 27 November 2000 ini.

“Aku belakangan ini sedang sering mendengarkan dan membuat musik yang lebih condong ke genre R&B and Soul. Jadi, menulis lagu pop ballad apalagi dengan menggunakan instrumen yang organik, dengan strings dan lain-lain, jadi terasa menantang. Tapi, aku melihat itu sebagai sebuah pengalaman yang bisa mempertajam kemampuanku di area produksi,” jelas Farrel dalam siaran pers yang diterima VOI pada 1 Februari.

Farrel mengungkap "Dirimu yang Lain” terinspirasi dari lagu-lagu yang biasa ia bawakan di acara-acara pernikahan. Ia ingin pun berniat memiliki single yang cocok mengiringi nuansa pernikahan yang haru. 

“Karena sering diundang menyanyi di pernikahan, aku jadi terpikir untuk memiliki lagu tentang ‘cinta selamanya’ atau cinta yang tidak akan pernah tergantikan. Bahkan, saat orangnya secara fisik sudah tidak ada, tapi perasaan pasangannya tetap akan hilang,” tuturnya.

“Intinya, aku ingin menceritakan situasi saat kita memiliki satu cinta yang tidak pernah habis. Mau jauh, dekat, atau ditinggal untuk selama-lamanya, tapi cintanya akan terus hadir di dalam hidup kita karena bukan hanya cinta yang dia bawa, tapi juga perubahan sehingga perasaan yang kita miliki untuknya tidak pernah hilang.”

Menurutnya, genre pop ballad yang ia hadirkan di single ini merupakan pembelajaran dari dua single awal. Sejak bergabung dengan Sony Music Entertainment Indonesia, Farrel cukup banyak beradaptasi dan mengubah cara kerjanya.

“Dari dua single terdahulu, aku belajar untuk membuat lagu yang aku suka, tapi di saat yang sama, menyesuaikan dengan visi Sony Music untuk memperluas market-ku, yaitu dengan menyatukan dua hal: genre populer dan genre yang aku suka. Jadi, aku belajar bagaimana caranya agar musik yang dihasilkan bisa tetap terdengar easy listening, sekaligus memuaskan bagiku sendiri. Hal itu aku coba terapkan di “Dirimu yang Lain” ini. Semoga respon dari para pencinta musik di luar sana akan sama positifnya dengan “Di Selatan Jakarta” dan “Take It Slow” serta makna dari lagu ini sampai ke pendengarnya.”

Membuka tahun 2025, Farrel berharap bisa terus berkarya dan membawa perubahan bagi orang-orang yang ia sayangi, lingkungannya, dan juga generasi sekarang. Meski belum terpikir untuk berpindah ke genre baru, namun pengagum mendiang Glenn Fredly ini tidak menutup kemungkinan akan hal tersebut. “Aku menulis musik hampir setiap hari, jadi sangat terbuka kemungkinan untuk mengeksplor genre lain. Kemarin pun aku baru posting beberapa lagu di Instagram, terinspirasi dari genre hipdude yang baru-baru ini viral. Ternyata, responnya cukup bagus. Mungkin, ke depannya aku akan ada lebih banyak lagi lintas genre yang seperti itu, jadi ditunggu saja.”