Bagikan:

JAKARTA - Konser Super Diva yang sempat tertunda akhirnya berhasil terselenggara dengan baik di Indonesia Arena GBK, Jakarta Pusat pada Jumat, 17 Januari malam. Pertunjukan yang dipromotori Konsersium Anak Nusantara itu berlangsung selama 2,5 jam dengan menampilkan 44 lagu.

Seperti diketahui, konser Super Diva menampilkan anggota 3 Diva yang terdiri dari Kris Dayanti, Ruth Sahanaya dan Titi DJ, serta anggota Super Girls LTZ yang terdiri dari Lyodra, Tiara Andini dan Ziva Magnolya. Keenam solois wanita itu tampil di bawah arahan Erwin Gutawa sebagai music director dan Jay Subyakto sebagai art director.

Pada repertoar awal, keenam penyanyi tampil bersamaan di atas panggung. Mereka menampilkan medley lagu-lagu hits, seperti “Bahasa Kalbu”, “Mahadaya Cinta”, “Kupu-Kupu”, “Terlukis Indah”, “Astaga”, hingga “Ekspresi”.

Di atas panggung 360 derajat, para penampil mengenakan pakaian berwarna cerah, diiringi puluhan penari latar dan lebih dari 50 musisi. Ribuan penonton pun mulai mengisi seluruh sudut arena.

Penampilan awal ini, meski menampilkan kemewahan, tetap memunculkan kebingungan. Konsep panggung 360 derajat yang dibuat bertingkat, mengharuskan keenam penyanyi mengisi seluruh sudut panggung dengan mengharap ke arah berbeda.

Cukup sulit untuk melihat setiap penampil dan apa yang sedang mereka lakukan. Layar besar di atas panggung juga tidak terlalu membantu. Pasalnya, visual yang ditampilkan tidak selalu menampilkan keenam penyanyi. Belum lagi, layar tersebut hanya menghadap ke dua sisi, utara dan selatan, sehingga mereka yang ada di sisi barat dan timur tidak mendapatkan visual yang maksimal.

Konser Super Diva (Ivan Two Putra/VOI)
Caption

Pada tahap ini, kemewahan konser Super Diva, yang disebut para penampil sebagai konser besar di awal tahun, terlihat jelas. Namun untuk menikmatinya secara keseluruhan, rasanya belum cukup.

Pertunjukan pun berlanjut dengan menampilkan format trio dari Super Girls LTZ. Mereka membawakan sejumlah lagu, seperti “Wanita Biasa”, “Pesan Terakhir”, “Menjadi Dia”, “Ego”, “Merasa Indah”, “Peri Cintaku”, hingga “A Lotta Love”.

Dengan panggung yang seluas lapangan basket, terlihat bagaimana Lyodra, Tiara Andini dan Ziva mencoba menguasai arena. Mereka berbagi tugas, bernyanyi dengan menghadap ke arah berbeda.

Ada kesan berbeda ketika Super Girls LTZ tampil tanpa para seniornya. Mereka tampak lebih lepas. Energi khas dari penyanyi muda pun lebih terlihat.

Selanjutnya, masih dengan konsep trio, 3 Diva naik ke atas panggung. Kris Dayanti, Ruth Sahanaya dan Titi DJ membawakan medley lagu-lagu pernah mereka populerkan, seperti “Bintang-Bintang”, “Memori”, “Yang Kumau”, “Andaikan Kau Datang”, hingga “Hanya Cinta Yang Bisa”.

Penampilan 3 Diva menghadirkan nuansa berbeda, kali ini dengan pakaian berwarna gelap. Dengan puluhan tahun pengalaman yang dimiliki, mereka tampil dengan “kelas” seorang diva di atas panggung. Penonton pun terbawa suasana dan ikut menyanyikan setiap bait lagu yang dibawakan.

Selain format sekstet dan trio, konser ini juga menghadirkan format duet senior-junior. Ruth Sahanaya berpasangan dengan Ziva Magnolya, Titi DJ dengan Tiara Andini, dan Kris Dayanti dengan Lyodra.

Penampilan Ruth dan Ziva disambut dengan teriakan dan tepuk tangan para penonton. Mereka membawakan “Sampai Kapan” dan “Tak Kuduga”. Improvisasi keduanya di atas panggung jadi taya tarik tersendiri. Penonton pun tak mampu menahan rasa kagum dan memberikan tepuk tangan lantang di akhir penampilan.

Namun, format duet ini, ketika Titi DJ dan Tiara Andini tampil, terasa berbeda dari penampilan lainnya. Tiara terlihat begitu terbebani dengan bagian yang mengharuskannya berimprovisasi. Dapat dimaklumi, tidak mudah bagi penyanyi yang baru empat tahun di industri musik untuk berpasangan dengan penyanyi yang sudah empat dekade bermusik. Panggung besar dan ribuan penonton juga memberikan beban tersendiri.

Dari seluruh repertoar yang ditampilkan malam itu, perlu disorot penampilan solo Ruth Sahanaya saat membawakan lagu “Kaulah Segalanya”. Penampilannya begitu kuat di atas panggung. Tidak mengherankan ketika repertoar selesai, penonton memberikan tepuk tangan paling meriah selama pertunjukan.

Konser Super Diva (Ivan Two Putra/VOI)
Konser Super Diva (Ivan Two Putra/VOI)

Konser Super Diva terlihat begitu dipersiapkan, dengan berbagai tampilan panggung, penampilan keenam penyanyi, serta aransemen musiknya. Kombinasi elegan dari 3 Diva dan energi muda Super Girls LTZ memberi warna tersendiri.

Namun, konsep panggung 360 derajat nampaknya belum menjadi kebiasaan untuk konser musik di Indonesia. Dengan luasnya panggung yang digunakan, kepuasan yang didapat penonton akan sangat jauh berbeda, bergantung dari sisi mana mereka menonton.

Selain itu, tanpa mengecilkan potensi Super Girls LTZ, tampil satu panggung dengan 3 Diva yang sudah sangat berpengalaman, bukanlah perkara mudah.

Di lain sisi, aransemen musik yang dihadirkan perlu mendapat apresiasi lebih. Para musisi bermain tanpa henti, hampir di sepanjang pertunjukan. Erwin Gutawa juga memberikan nyawa berbeda untuk sebagian besar repertoar, yang membuat setiap lagu dapat dinikmati, meski tidak terlalu akrab di telinga.