Bagikan:

JAKARTA - Awal bulan yang membahagiakan untuk para Killjoys. Band rock asal New Jersey, My Chemical Romance (MCR) mengumumkan panggung reuni. Sebuah jawaban atas penantian panjang sejak band ini memutuskan bubar pada 2013 lalu.

Hal ini diungkapkan pentolan band, Gerard Way dalam wawancara bersama The Guardian. Gerard mengatakan kesuksesan album "Danger Days: The True Lives of the Fabulous Killjoys" memengaruhi bubarnya MCR. Tekanan kala itu jadi puncak dari gejolak yang telah dirasakan penggawa band sejak kesuksesan album "The Black Parade".

“Ketika hal-hal menjadi sukses dan berjalan dengan baik, itulah ketika orang mulai memiliki opini dan Anda mulai berjuang," tuturnya, dikutip dari NME, Jumat (1/11/2019).

"Semua orang memiliki opini tentang apa yang seharusnya MCR lakukan. Itu membuat sulit untuk menentukan arah yang akan diambil. Anda berada di dalam perangkap pikiran 'Apakah ini sudah cukup baik?'"

Wacana reuni ini sejatinya sudah bergaung selama bertahun-tahun setelah bubarnya MCR. “Saya rindu bermain dengan para anggota, tetapi saya pikir tidak (untuk reuni).”

Kini, wacana itu terjawab. MCR akan menggelar sebuah konser di Shrine Expo Hall di Los Angeles. Panggung ini merupakan gig pertama mereka sejak 2012 lalu. Panggung reuni itu akan hadir di hari Jumat, 20 Desember 2019.

Beberapa bulan lalu, gosip ini menyebar setelah penyanyi Joe Jonas tidak sengaja berbicara soal reuni MCR. “Saya melihat My Chemical Romance sedang rehearsal di samping studio kami di New York. Saya pikir mereka sudah bubar tetapi saya tidak tahu," tutur Joe dalam sebuah wawancara radio.

Kabar itu sempat dibantah oleh gitaris MCR, Frank Iero. “Orang-orang tidak akan lupa bahwa Anda adalah bagian dari band Disney, bro. Maaf, ini tidak akan terjadi,” kata Frank menepis rumor kala itu.

MCR adalah band emo-rock yang populer di era 2000-an. "The Black Parade" jadi salah satu album yang menjadi teman bagi anak-anak emo masa dulu. Album ini juga dipilih sebagai salah satu album terbaik versi Rolling Stone.