Bagikan:

JAKARTA – Perjalanan panjang Astra Honda Motor (AHM) di Indonesia tahun ini memasuki babak penting. Produsen sepeda motor asal Jepang tersebut genap berkiprah selama 55 tahun sejak pertama kali menjalankan bisnisnya di tanah air.

Momentum tersebut sekaligus dibarengi ambisi besar Honda untuk mencatatkan distribusi kumulatif hingga 100 juta unit sepeda motor di Indonesia. “Di tahun ini, kalau boleh dikatakan kita memasuki 55 tahun bisnis sepeda motor Honda di Indonesia sejak 1971,” ujar Executive Vice President AHM Thomas Wijaya, di Jakarta, Rabu, 25 Februari.

Menurutnya, perjalanan lebih dari setengah abad itu telah mengukuhkan sepeda motor Honda sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Produk-produk roda dua yang dipasarkan AHM diyakini mampu menjawab beragam kebutuhan konsumen, baik untuk aktivitas harian maupun menunjang produktivitas.

“Motor ini menjadi salah satu sarana penting untuk produktivitas, mobilitas bahkan menumbuhkan pergerakan perekonomian di Indonesia,” lanjutnya.

Selama puluhan tahun, kehadiran lini produk Honda tidak semata berfungsi sebagai alat transportasi. Kendaraan tersebut turut menopang mobilitas jutaan orang dari berbagai lapisan, mulai pekerja individu hingga pelaku usaha berskala besar, sekaligus membentuk ekosistem industri yang luas.

Ekosistem tersebut mencakup banyak pihak, mulai dari tenaga kerja, industri komponen, jaringan diler, hingga perusahaan pembiayaan. Dengan fondasi itu, AHM optimistis target distribusi kumulatif 100 juta unit bisa tercapai tahun ini.

“Mudah-mudahan di tahun ini diberkahi bisa mencapai 100 juta unit motor yang telah kita hadirkan untuk konsumen di Indonesia selama 55 tahun,” tuturnya.

Pencapaian tersebut menjadi indikator kuat dominasi Honda di pasar sepeda motor nasional. Dampaknya pun dinilai signifikan, termasuk dalam penyerapan tenaga kerja serta kontribusi terhadap pendapatan negara.

Untuk menjaga daya saing di tengah ketatnya persaingan industri, Honda terus menggenjot inovasi dan menghadirkan produk-produk baru. Upaya itu dibarengi dengan komitmen investasi jangka panjang yang nilainya tidak kecil.

“Dalam masa 15 tahun ini, investasi yang kita lakukan sudah mencapai puluhan triliun rupiah. Mungkin angkanya tidak bisa saya sebutkan pastinya,” tegas Thomas.

Investasi tersebut dialokasikan untuk pengembangan produk, peningkatan fasilitas produksi, penguatan rantai pasok, serta lokalisasi komponen. Langkah ini sekaligus menegaskan peran Indonesia bukan hanya sebagai pasar, tetapi juga sebagai basis manufaktur strategis yang menopang kebutuhan domestik dan mendukung kekuatan global Honda.