JAKARTA – Pasar sepeda motor nasional kembali mengalami penurunan pada September 2025. Ini berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) yang dikutip Sabtu, 11 Oktober. Penjualan bulan lalu tercatat sebanyak 567.173 unit, turun sekitar 1,8 persen dibandingkan Agustus yang mencapai 578.041 unit.
Artinya, terdapat selisih sekitar 10.868 unit antara kedua bulan tersebut. Meski mengalami penurunan bulanan, secara akumulatif periode Januari hingga September 2025, penjualan motor di Tanah Air masih menunjukkan performa solid dengan total 4.836.891 unit.
Angka ini menegaskan bahwa daya beli masyarakat terhadap kendaraan roda dua tetap tinggi, meski dihadapkan pada fluktuasi ekonomi dan dinamika pasar otomotif. Sebelumnya, Ketua Umum AISI, Johannes Loman, juga telah memastikan bahwa pihaknya tetap mempertahankan target penjualan tahunan yang telah ditetapkan sejak akhir tahun lalu.
BACA JUGA:
“AISI masih menetapkan target seperti yang ditetapkan akhir tahun lalu, yaitu 6,4 sampai 6,7 juta unit setahun. Dan kami tidak mengubah, karena kami melihat sampai Agustus itu angkanya kurang lebih sama dengan tahun lalu,” ujar Loman, belum lama ini.
Ia menambahkan bahwa prospek industri roda dua pada paruh kedua tahun ini masih cukup positif. “Kami yakin biasanya secara historis semester dua itu lebih tinggi dari semester satu. Terus yang kedua juga kita melihat harga komoditi yang cukup stabil dan terlihat pertumbuhan market di luar Pulau Jawa,” lanjutnya.
Jika dirinci per bulan, penjualan motor sepanjang 2025 hingga September mencatat tren yang fluktuatif: Januari (560.301 unit), Februari (581.277 unit), Maret (541.684 unit), April (406.691 unit), Mei (505.350 unit), Juni (509.326 unit), Juli (587.048 unit), Agustus (578.041 unit), dan September (567.173 unit).
Dari segi segmen, motor skutik masih menjadi primadona dengan pangsa pasar lebih dari 90 persen. Sementara itu, segmen motor bebek dan sport terus menunjukkan penurunan permintaan, seiring dengan perubahan preferensi konsumen terhadap kendaraan yang lebih praktis dan efisien.
Meskipun mengalami sedikit tekanan pada bulan September, AISI tetap optimistis pasar sepeda motor Indonesia akan rebound pada akhir tahun. Dengan dukungan harga komoditas yang stabil serta peningkatan permintaan dari luar Pulau Jawa, asosiasi yakin target penjualan hingga 6,7 juta unit masih sangat realistis untuk dicapai pada 2025.