Bagikan:

JAKARTA - BYD menjadi salah satu merek yang tergolong sukses di pasar Indonesia, bahkan saat ini jenama asal China ini menguasai pangsa pasar mobil listrik mencapai 57 persen, dan telah menjual lebih dari 47.000 kendaraan.

Meski masih bermain di segmen mobil listrik murni, BYD tak menampik kemungkinan untuk bermain di segmen lainnya termasuk di Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).

"Hingga saat ini memang fokus BYD adalah industri EV, sejalan dengan visi dari pemerintah. Tapi kami tidak menutup kemungkinan terhadap adanya teknologi transisi dan memang kita memiliki PHEV," kata Head of PR & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, saat ditemui di kawasan, Sentul, Bogor, beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut ia mengatakan, teknologi PHEV memang memiliki kontribusi efisiensi yang jauh lebih signifikan dari hybrid biasa, dan BYD siap membawanya ke Indonesia.

"Kalau kita selama produknya sudah milik secara paten bukan tidak mungkin dalam waktu dekat bisa bawa (ke Indonesia)," tambah dia.

Memang mengacu dari pasar China, BYD memiliki banyak model mobil PHEV, bahkan di beberapa negara tetangga sudah menjual produk tersebut, terbaru ada Denza B5 dan B8 di pasar Australia yang sudah bisa dipesan.

Jadi, BYD membuka diri untuk memperluas segmennya di Indonesia dengan berencana membawa teknologi PHEV di pasar otomotif nasional. Apakah tahun depan menjadi momentum? tentu patut ditunggu.