JAKARTA - BYD meluncurkan model plug-in hybrid (PHEV) terbarunya, Atto 2 DM-i, dalam peluncuran global yang digelar di Barcelona belum lama ini. SUV kompak ini diklaim mampu menempuh jarak kombinasi hingga 1.020 kilometer berkat perpaduan motor listrik dan mesin bensin.
Secara desain, versi PHEV tampil berbeda dari varian listrik murni. Bagian depan mengusung gril yang lebih besar untuk menunjang sistem pendinginan mesin. Itu dipadukan dengan sentuhan desain ulang. pada emblem dan pilihan warna eksklusif Midnight Blue.

Secara dimensi, mobil ini memiliki panjang sekitar 4,3 meter dan dilengkapi pelek 17 inci, lampu utama LED, serta lampu belakang full width dengan desain aerodinamis. Masuk ke dalam kabin, Atto 2 DM-i dibekali layar sentuh berukuran 12,8 inci, jok berbahan kulit vegan, ambient light, serta panoramic sunroof.

Sejumlah fitur kepraktisan turut disematkan, seperti pengisian daya ponsel nirkabel dan kompartemen penyimpanan tambahan. Bagasi memiliki kapasitas 425 liter dan dapat meluas hingga 1.335 liter saat kursi belakang dilipat.
Atto 2 DM-i hadir dengan dua varian utama. Versi Active dibekali tenaga 122 kW atau setara 164 hp dengan baterai 7,8 kWh yang diklaim mampu menjangkau hingga 930 kilometer dalam kondisi kombinasi baterai dan BBM, dilansir dari Carnewschina, Rabu, 26 November.
BACA JUGA:
Sementara varian Boost menawarkan output tenaga lebih besar, yakni 156 kW atau 209 hp, serta baterai 18 kWh yang mendukung jarak tempuh maksimum hingga 1.020 kilometer. Performa kendaraan ini diklaim mampu melesat dari 0 hingga 100 km/jam dalam waktu 7,5 detik, dengan kecepatan puncak mencapai 180 km/jam.
Untuk konsumsi bahan bakar, BYD mencatat angka sekitar 1,8 liter/100 kilometer berdasarkan pengujian standar WLTP. Di pasar Eropa, Atto 2 DM-i dipasarkan dengan banderol mulai dari 32.990 euro untuk varian Active dan 35.990 euro untuk versi Boost.
Fitur Vehicle-to-Load juga tersedia, memungkinkan kendaraan menyuplai daya listrik hingga 3,3 kW untuk perangkat eksternal. Menariknya, model ini menjadi salah satu kendaraan PHEV BYD yang lebih dulu diperkenalkan di pasar Eropa dibandingkan pasar domestik China.