JAKARTA - Isu soal rencana PT Chery Sales Indonesia (CSI) mengakuisisi pabrik Pondok Ungu milik PT Handal Indonesia Motor (HIM) akhirnya ditanggapi langsung oleh manajemen HIM. Hingga saat ini, perusahaan menegaskan belum ada pembicaraan resmi terkait wacana tersebut.
Kepastian itu disampaikan Wakil Komisaris Utama PT HIM, Jongkie D Sugiarto. Ia menyebut berbagai kemungkinan masih sebatas kajian internal dan belum mengarah pada keputusan konkret.
"Nanti kita akan bahas dengan mereka (Chery). Nggak tahu nanti, belum ada pembicaraan," ujar Jongkie ditemui di ajang Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025.
Rumor akuisisi mencuat setelah Chery dikabarkan tengah menyiapkan investasi baru senilai hingga Rp5 triliun di Indonesia. Dana tersebut disebut-sebut bakal difokuskan untuk memperkuat kapasitas produksi di fasilitas milik Handal.
Spekulasi pun berkembang di industri otomotif, memunculkan dugaan bahwa suntikan dana besar tersebut bisa menjadi pintu masuk menuju pengambilalihan pabrik. Meski begitu, hingga saat ini, pihak HIM menegaskan belum ada negosiasi resmi yang berjalan.
Sebelumnya, Vice Country Director Chery Sales Indonesia Budi Darmawan, memberi sinyal bahwa hubungan dengan Handal bisa berkembang lebih besar. Tidak menutup kemungkinan Chery akan memperluas atau bahkan mengakuisisi fasilitas tersebut sebagai basis produksi utama.
“Ya, nanti kita akan ada official press release-nya untuk itu. Saya belum bisa declare saat ini. Nanti kita tunggu saja,” imbuh Budi saat peluncuran Chery J6T.
BACA JUGA:
Sebab belum ada tanda-tanda pabrikan ini menyiapkan lokasi alternatif jelang berakhirnya 2025. Saat ini beberapa model memang sudah dirakit di pabrik Handal yang berada Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat. Seperti Chery E5, Chery Tiggo 8 sampai J6.
Bisa jadi Handal mau melepas sebagian pabrik mereka ke Chery. Mengingat produksi mobil produsen asal Negeri Tirai Bambu itu terpusat di Pondok Ungu, dan Handal juga sudah memiliki pabrik baru serta lebih besar di purwakarta.
Kemudian, Presiden Direktur Chery Group Indonesia, Zeng Shuo, juga menyatakan bahwa perusahaan telah menyiapkan langkah konkret. Ia menambahkan bahwa proses pembangunan tidak serta-merta menghentikan kerja sama yang sudah berjalan dengan Handal.
“Kita akan ada kemungkinan paralel. Kita akan lihat masa depan, karena kita enggak langsung akan berhenti. Kita akan tetap lanjut bersama Handal,” tegasnya.