JAKARTA – Memori hari ini, tujuh tahun yang lalu, 16 Januari 2019, Menteri Pertahanan (Menhan), Ryamizard Ryacudu tegaskan Indonesia mampu berperang hingga 1.000 tahun. Pernyataan itu diungkap sekaligus merevisi ucapannya sebelum jadi menteri Joko Widodo (Jokowi) bahwa Indonesia hanya bisa bertahan tiga hari selama perang.
Sebelumnya, Prabowo Subianto kerap mengkritik terkait keamanan Indonesia. Tokoh nasional itu menganggap bidang pertahanan Indonesia kian lemah. Indonesia hanya dapat bertahan tiga hari saja jika terjadi krisis keamanan.
Prabowo Subianto pernah jadi oposisi di era pemerintahan Jokowi periode pertama. Tokoh nasional itu kerap angkat bicara kala ada kebijakan pemerintah yang tak beres. Ia berkali-kali memandang pemerintahan Jokowi tak becus kerja.
Keyakinan itu kian kuat kala Prabowo mendapatkan data bahwa tanah Indonesia sebanyak 80 persen hanya dikuasai 1 persen rakyat saja. Artinya sebagian besar rakyat Indonesia tak punya akses terhadap tanah.
Belum lagi Prabowo kerap kritik urusan keamanan negara yang rapuh di bawah kepemimpinan Jokowi. Prabowo bahkan menegaskan Indonesia akan bubar pada tahun 2030. Ia memprediksi hal itu pada 2017.

Semuanya karena Prabowo baru membaca buku dari peneliti isu keamanan global, PW Singer dan August Cole. Keduanya diketahui menulis prediksinya dalam novel berjudulGhost Fleet: A Novel of the Next World War(2015) yang jadi muara ramalan Prabowo.
Prabowo memandang tanda-tanda ramalan itu sudah ada. Prabowo meyakini sudah banyak kekayaan Indonesia yang justru dinikmati bangsa asing. Rakyat kian sengsara. Ia juga menilai pemerintah gagal dalam mencegah korupsi. Sederet ketidakmampuan pemerintah dianggapnya bisa berujung fatal.
Penyataan itu lagi-lagi diungkap Prabowo kala ia resmi mencalonkan diri sebagai capres dalam Pilpres 2019. Prabowo mencoba menyoroti lemahnya bidang keamanan Indonesia. Angkatan bersenjata dianggapnya punya posisi lemah.
Prabowo pun mencoba mengutip pernyataan dari Menhan, Ryamizard Ryacudu untuk mendukung pandangannya. Ryamizard dianggapnya pernah menegaskan Indonesia hanya mampu bertahan tiga hari saja kala perang terjadi.
"Menhan sendiri mengatakan kalau terjadi perang di Republik Indonesia, kita hanya bisa perang tiga hari. Nanti kena reshuffle juga dia (Ryamizard). Kalau menyampaikan yang benar dicopot.Nggak, nggak. Teman kita ini memang bicara apa adanya selalu.”
"Bukan kita mau sok jagoan, kita mau membela diri. Kita butuh angkatan laut yang kuat untuk jaga kekayaan kita yang hilang Rp3.000 triliun tiap tahun. Bagaimana kita mau kejar itu kapal-kapal yang curi ikan kita? Luas kita ini 28 negara Eropa. Tapi sudah kitanggakusah mengungkapkan yang gitu-gitu. Kalau kita mau sejahtera, kita harus kuat untuk menjaga kekayaan," ungkap Prabowo sebagaimana dikutip lamandetik.com, 22 September 2018.
BACA JUGA:
Pernyataan Prabowo yang mengutip Ryamizard jadi polemik. Apalagi pernyataan itu terus diulang-ulang Prabowo bahkan pada awal tahun baru 2019. Hasilnya Ryamizard kena kritik karena Menhan harusnya punya andil dalam memperkuat pertahanan Indonesia.
Ryamizard segera mengungkap klarifikasinya pada 16 Januari 2019. Ia mengungkap pernyataan yang dikutip Prabowo bukan pernyataan kala ia menjabat Menhan era Jokowi. Ryamizard menegaskan pandangan itu disampaikannya 10 atau 12 tahun silam karena terjadi kelangkaan minyak.
Alhasil, kelangkaan bahan bakar itu membuat Indonesia tak mampu bertahan lama dalam perang. Ia juga menegaskan kondisi kekuatan militer Indonesia di era Jokowi sudah jauh berbeda. Ryamizard menganggap jangan hanya tiga hari, Indonesia siap berperang hingga 1.000 tahun.
Alih-alih membungkam kritik, pernyataan Ryamizard juga kembali banjir kritik. Banyak yang menganggap pernyataan Ryamizard mengada-ngada dan tak masuk akal. Tiada negara yang mampu terus berperang hingga waktu yang lama, apalagi 1.000 tahun.
"Itu waktu diskusi saya mungkin 10 tahun yang lalu. Pada waktu itu memang kondisi negara kelangkaan minyak, itu masalah minyak kok. Kalau kita perang besar terus-menerus itu minyak habis. Kita bisa perang berlarut, bisa 1.000 tahun kita perang, bisa. Paham ya, ini jangan dipotong-potong, 1.000 tahun kita bisa perang berlarut," ujar Ryamizard sebagaimana dikutip lamankompas.com, 16 Januari 2019.