JAKARTA – Memori hari ini, empat tahun yang lalu, 5 Januari 2022, Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani memprediksikan kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) akan bawa manfaat besar. Manfaat paling utama adalah kehadiran IKN membuat harga tanah di sekitar Kalimantan Timur (Kaltim) naik.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mantap dengan rencana memindahkan Ibu Kota dari Jakarta ke Penajam Paser Utara, Kaltim. Keinginan itu sebagai salah satu bentuk kepedulian pemerintah terhadap pemerataan ekonomi.
Pemerataan ekonomi adalah hal yang paling sulit diwujudkan oleh pemimpin Indonesia dari tahun ke tahun. Narasi pembangunan dari era Soekarno hingga Jokowi masih banyak berfokus di Pulau Jawa saja. Segala macam fasilitas penanda kemajuan zaman coba dihadirkan di Pulau Jawa.
Daerah lainnya terpaksa gigit jari. Kondisi itu dianggap berbahaya. Kadang juga bisa berujung kepada perlawanan. Jokowi pun mencoba menyadari kelemahan pemerintahan yang dipimpinnya. Alhasil, Jokowi mencoba beride untuk memindahkan Ibu Kota Indonesia dari Jakarta ke luar Pulau Jawa.
Jokowi ingin supaya pemerataan pembangunan hadir. Jokowi menganggap Jakarta sudah tak layak mengemban status sebagai Ibu Kota. Jokowi menilai Jakarta sebagai kota dengan segudang masalah macam banjir dan macet. Jokowi meyakini hal itu dianggap menghambat kinerja pemerintah.
BACA JUGA:
Alhasil, lokasi yang tepat ditemukan. Jokowi memilih Penajam Paser Utara. Belakangan orang-orang mengenalnya dengan sebutan IKN. Rencana pembangunan IKN coba dikebut. Segala macam aturan yang mempercepat pembangunan segera diteken.
Ia meyakini bahwa IKN bisa membawa manfaat besar dan jadi simbol pemerataan ekonomi. Jokowi memandang hal itu sebagai ajian penting supaya Indonesia dikenal sebagai bangsa yang besar dan tak bisa dianggap remeh oleh dunia.
“Langkah ini merupakan cara revolusioner Presiden Joko Widodo untuk mewujudkan pemerataan ekonomi. Cita-cita ini sungguh penting. Tapi hanya akan jadi wacana dan imajinasi kalau tidak dimulai untuk diwujudkan,” ujar Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan, Juri Ardiantoro sebagaimana dikutip lamansindonews.com, 28 Juni 2021.
Keinginan Jokowi yang menganggap pembangunan IKN sebagai bentuk pemerataan ekonomi jadi polemik. Banyak orang menilai rencana Jokowi kurang bijak. Kondisi itu karena pemerataan ekonomi bukan melulu solusinya dengan pindah Ibu Kota.
Namun, Sri Mulyani memprediksi kehadiran IKN tetap akan membawa manfaat pada 5 Januari 2022. Sri menganggap bahwa harga tanah di Kaltim akan naik. Kondisi itu karena pemerintah akan membangun sarana dan prasarana pendukung macam jalan tol.

Alhasil, Sri memandang warga Kaltim akan merasakan dampak nyata dari kehadiran IKN. Ia meminta warga Kaltim bersiap dan memiliki perencanaan matang. Sebab, kehadiran IKN akan membawa banyak perubahan bagi kehidupan.
"Bapak presiden memberikan pemihakan luar biasa bagi Kalimantan dan Kalimantan Timur, persiapan membangun IKN. Saya hampir yakin Bapak/Ibu kalau punya tanah di sini harganya sebentar lagi naik semuanya.”
"Jadi Bapak/Ibu harus memiliki perencanaan makin matang. Sebab hidup di lokal ini akan berubah sama sekali dengan hadirnya IKN. Antara mimpi dan enggak mimpi, bener enggak sih (akan jadi IKN)? Kayaknya enggak. Tapi nanti tiba-tiba jadi," ujar Sri sebagaimana dikutip lamankompas.com, 5 Januari 2022.