JAKARTA – Memori hari ini, tujuh tahun yang lalu, 9 November 2018, Sri Mulyani menegaskan bahwa wanita jadi Menteri Keuangan (Menkeu) lebih baik dari kaum pria. Penegasan itu diungkap Sri Mulyani dalam kegiatan Indonesian Women’s Forum (IWF) 2018.
Sebelumya, Sri menjelma jadi sosok wanita hebat di Indonesia. Narasi itu karena ia jadi Menkeu wanita pertama Indonesia. Sri pun bangga. Ia menegasan posisinya membuat segala macam pekerjaan memungkinkan dilakukan kaum wanita.
Emansipasi kaum wanita bukan cuma pepesan kosong belaka. Wanita Indonesia sudah mulai menunjukan eksistensinya dalam segala bidang. Mereka tak lagi dianggap andal urusan dapur dan urus kasur saja.
Kini kaum wanita bisa bermimpi mengatur negara dengan jadi Presiden Indonesia. Jalan itu sudah dibuka oleh Megawati Soekarnoputri. Bahkan, kaum wanita bisa pula bermimpi jadi Menkeu. Jalan itu sudah buka oleh Sri Mulyani.
Sosok-sosok itulah yang kemudian terus turun menginspirasi kaum wanita untuk menembus batas. Ambil contoh Sri mulyani. Ia kerap memotivasi kaum wanita untuk maju. Ia tak ingin wanita terus dipandang lemah dan tak kuasai bidang pekerjaan.
Sri Mulyani menganggap kaum wanita dapat mengeluarkan potensi terbaik. Kondisi itu karena Sri melihat bahwa satu-satunya kelemahan kaum wanita adalah menikah. Sri beranggapan bahwa kala wanita menikah mereka harus dihadapkan pada peran ganda.
Wanita bisa memiliki dua peran sekaligus, sebagai wanita karier dan ibu. Sri pun pernah merasakan sulitnya berperan ganda. Kondisi itu membuatnya menjadi peduli dengan nasib wanita yang satu kantor dengannya.
Sri pun mulai menghadirkan ragam fasilitas yang dapat memudahkan kerja kaum wanita sebagai wanita karier dan ibu. Ia berharap hal yang sama juga dilakukan dalam kementerian lainnya. Semuanya supaya gerak wanita dalam bekerja bisa terus membaik.
"Karena Anda harus membawa-bawa bayi, saat Anda hamil dan melahirkan, dan kemudian sebagai ibu itu selalu dilihat sebagai pekerjaan wanita. Itu membuat hambatan bagi wanita untuk melanjutkan pekerjaan di saat yang sama dia harus menjalankan perannya sebagai ibu.”
"Bagi kami, jika ingin lihat bagaimana wanita berpartisipasi, kita harus me-reduce hambatan itu. Kita di Kementerian Keuangan punya mandatory best practice menjadikan woman friendly office. Itu bukan mandatory sih, tapi saya buatnya sebagai mandatory. Di sana ada buat menyusui dan sebagainya," ujar Sri sebagaimana dikutip laman viva.co.id, 10 Oktober 2018.
BACA JUGA:
Sri pun tak lantas sekali dua kali saja memotivasi kaum wanita. Langkahnya memotivasi kaum wanita terus dilakukan kala ada kesempatan. Ambil contoh kala Sri Mulyani jadi pembicara dalam acara IWF 2018 di Raffles Hotel, Jakarta pada 9 November 2018.
Ia menegaskan wanta jangan minder dan menutup diri dengan pekerjaan yang didominasi kaum pria. Ia mencontohkan dirinya saja mampu menembus jabatan Menkeu yang sebelumnya didominasi kaum pria.
Ia menegaskan kala wanita jadi menteri keuangan, maka hasilnya lebih baik daripada kaum pria. Wanita dianggapnya punya cara pandang berbeda dari kaum pria dan lebih logis.
"Juggling dan multitasking sudah jadi DNA perempuan. Kita diciptakan berpikir logicly daripada pria. Kalau pria itu DNA-nya tegak berdiri kalau perempuan itu tak hanya take care yourself tapi juga peduli dengan orang lain.”
“Perempuan punya sifat empati dan psikologi karena itu mereka bisa melihat view yang berbeda dibanding pria. Makanya ketika perempuan jadi menteri keuangan hasilnya pasti lebih baik dari pria. Jadikan itu kekuatan tapi jangan over. Jangan juga meng-underline stereotipe itu sendiri. Tunjukkan kalau Anda berbeda dan bisa membuat perubahan" ujar Sri sebagaimana dikutip laman CNBC Indonesia, 9 November 2018.