JAKARTA - Pemerintah Indonesia kerap memberikan bintang kehormatan tertinggi kepada orang yang berjasa besar bagi bangsa dan negara. Mereka yang memiliki prestasi tinggi akan diapresiasi oleh negara. Belakangan pemberian bintang kehormatan justru dianggap politis.
Ambil contoh kala Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memberikan penghargaan Bintang RI Adipradana ke istrinya sendiri, Iriana. Kritik dan kecaman muncul. Iriana dianggap belum layak mendapatkan bintang kehormatan. Prestasinya dianggap tak seberapa.
Tak sedikit orang yang memilih jalan berjuang keras bagi bangsa dan negara di berbagai bidang, dari pendidikan hingga keamanan. Perjuangan itu tak melulu hanya menghasilkan pengalaman belaka. Beberapa perjuangan justru dipersembahkan untuk meningkatkan hajat hidup bangsa dan negara.
Pemerintah Indonesia menganggap penting perjuangan individu berprestasi -- apapun bentuknya. Empunya kuasa kerap memberikan penghargaan tertinggi dalam bentuk bintang kehormatan. Belakangan anugerah bintang kehormatan justru dipandang politis.
Barang siapa yang dekat rezim, niscaya akan mendapatkan bintang kehormatan. Mereka yang jauh, atau tukang kritik takkan bawa pulang apa-apa. Narasi itu kian menguat di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
SBY yang notabene sebagai kepala negara justru memberikan Bintang RI Adipradana kepada istrinya sendiri, Kristiani Herrawati (Ani Yudhoyono). Padahal, mereka yang pantas menerima bejibun. Bahkan, banyak pula yang punya jasa luar biasa besar bagi Indonesia dan dunia.
SBY dan Ani dihujat sana-sini. Sebab, pemberian bintang tanda jasa dilakukan saat suaminya jadi presiden. Kondisi yang sama bak diulangi pemerintahan era Jokowi. Presiden Jokowi ikut memberikan istrinya sendiri Bintang RI Adipradana kepada istrinya sendiri, Iriana di Istana Negara pada 14 Agustus 2023.
“Semua istri presiden yang terdahulu dan istri wakil presiden terdahulu mendapat bintang yang sama sesuai ketentuan perundangan,” ungkap Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (DGTK), Mahfud MD sebagaimana dikutip laman kompas.com, 3 Agustus 2023.
Kontroversi Bintang Kehormatan
Gelora protes muncul di mana-mana. Pemberian bintang kehormatan dianggap penuh kontroversi. Alasan Iriana telah menemani Jokowi selama memimpin dianggap belum cukup menjadikan Iriana sebagai penerima bintang kehormatan.
Undang-Undang tiada yang secara terang menyebutkan Ibu Negara langsung bisa mendapatkan bintang kehormatan. Iriana memang memenuhi sebagian syarat mendapatkan penghargaan seperti WNI, berkelakuan baik, hingga setia kepada negara. Namun, urusan jasa belum dianggap cukup.
Sekalipun Iriana banyak aktif dalam kegiatan sosial macam pemberian bansos. Jokowi sendiri sempat memberikan tanggapan. Presiden Indonesia itu mengungkap dirinya bukan yang menentukan penerima tanda kehormatan. Tugas itu ada pada DGTK.
Rakyat diminta untuk menanyakan langsung ke DGTK. Nasi sudah jadi bubur. Orang-orang menganggap Jokowi punya andil menentukan atau menolak usulan nama. Kondisi itu karena ia adalah kepala negara, dan Bintang RI Adipradana adalah penghargaan resmi pemerintah.
Pemberian penghargaan kepada keluarga dianggap sarat dengan konflik kepentingan. Kritik paling keras muncul dari pengamat politik, Rocky Gerung, bahkan jauh sebelum penghargaan itu diberikan. Ia menganggap pemerintahan Jokowi jangan menyalahkan rakyat yang mempertanyakan tanda kehormatan Iriana.
BACA JUGA:
Kondisi itu karena Jokowi adalah kepala negara yang juga suami dari Iriana. Narasi itu membuat Jokowi punya andil besar dalam menentukan Iriana sebagai penerima. Pemberian penghargaan Bintang RI Adipradana dianggap akan jadi noda besar di masa yang akan datang.
“Orang bertanya atau pasti akan ada dugaan bahwa ada kepentingan untuk pemberian gelar itu. Walaupun kita tahu bahwa officially itu adalah perhelatan negara tuh, memberi penghargaan pada istri Presiden dan mungkin juga sebagai tanda terima kasih bangsa pada Ibu Iriana karena mendampingi Pak Jokowi dalam tujuh itu sampai sepuluh tahun lah ke depan itu, juga Pak Ma’ruf Amin.”
“Jadi, itu adalah peresmian negara. Yang tidak resmi adalah kasak-kusuk di belakang nanti tuh, yang tentu juga akan menjadi percakapan di keluarga Jokowi sendiri bahwa presiden memberi tanda jasa pada istrinya sendiri tuh. Kondisi yang sama terjadi pada masa Pak Harto. Ibu Tien disematkan tanda jasanya dari tangan Pak Harto sendiri. Rakyat lihatnya pemberian itu tidak cukup proper (sesuai)” ujar Rocky Gerung sebagaimana disuarakan lewat kanal Youtube Rocky Gerung Official, 4 Agustus 2023.