Israel Serang Gereja Kelahiran Yesus di Betlehem dalam Sejarah Hari Ini, 2 April 2002
Gereja Kelahiran Yesus di Betlehe (Sumber: Wikimedia Commons)

Bagikan:

JAKARTA - Pada 2 April 2002, pesawat-pesawat tempur dan infanteri Israel melancarkan serangan besar-besaran di Kota Betlehem, Palestina. Tidak hanya menyerang Betlehem, Israel melakukan pengepungan Gereja Kelahiran Yesus. Hal tersebut dilakukan setelah Perdana Menteri (PM) Israel Ariel Sharon menyatakan akan terus maju menyasar Palestina.

Serangan itu dibuka oleh helikopter Israel pada pukul 1 dinihari, ketika kapal perang menembakkan rudal ke sejumlah sasaran di sekitar Manger Square dan Gereja Kelahiran Yesus. Dua jam kemudian, lusinan tank Israel dan sejumlah pengangkut personel lapis baja masuk ke Betlehem dari kota tetangga Beit Jala dan dari arah Kuburan Rahel, dekat batas Yerusalem.

Sebelumnya, tepatnya 1 April 2002, lusinan tank dan kendaraan lapis baja, termasuk buldoser telah memblokir pintu masuk utama Betlehem. Tentara Israel mengatakan sedang mencari militan Palestina yang berada di Betlehem.

Pihak Israel juga menyatakan bahwa orang-orang bersenjata Palestina memprovokasi kebakaran yang terjadi di dekat Gereja Kelahiran Yesus. Mengutip The Guardian, para saksi mata menggambarkan terdapat pertempuran jarak dekat di Betlehem, gang-gang sempit dan jalan-jalan berbatu di belakang Manger Square.

Pasukan Israel datang dari satu rumah ke rumah lainnya lalu memasuki gedung-gedung keagamaan untuk mencari militan Palestina. Sementara pihak Palestina berjuang mati-matian membuat pertahanan dari pasukan Israel dengan senjata yang minim.

Orang-orang bersenjata Palestina menggunakan area Gereja Kelahiran Yesus sebagai tempat perlindungan, dengan harapan Israel akan menghindari pertempuran di dekat gereja. Selama penyerangan, helikopter Israel menembak dengan sengaja ke alun-alun saat orang-orang Palestina bersenjata berlari untuk berlindung.

Sumber-sumber Palestina mengatakan bahwa orang-orang bersenjata, termasuk pemimpin lokal Brigade Martir Al-Aqsa, berlindung di daerah-daerah dekat gereja-gereja kota itu selama akhir pekan ketika Israel memperketat penjagaan di sekitar Betlehem dan Beit Jala. Suara baku tembak yang hebat terdengar bergema di sekitar jalan-jalan Betlehem yang sepi saat tank dan pengangkut personel lapis baja menembakkan peluru.

Pasukan Israel juga menggunakan senapan mesin yang menyasar orang-orang Palestina. Pasukan Israel juga memosisikan penembak jitu di gedung-gedung tinggi yang menghadap ke beberapa kamp pengungsi Betlehem.

Sementara, di dalam sebuah biara dekat Manger Square, Pastor Severino, seorang pastor Katolik mengatakan Gereja Kelahiran Yesus telah berada di bawah "pengeboman Israel." Dia menambahkan: Dari tempat saya berada, saya dapat melihat tank-tank Israel beberapa ratus meter jauhnya. Sekarang tenang tetapi kami masih sangat ketakutan.

Saat tank berpatroli di luar Rumah Sakit King Hussein di Betlehem, tidak ada tanda-tanda militan Palestina yang terlihat. Meski demikian tembakan kadang-kadang terdengar dari tempat persembunyian mereka.

Satu-satunya bukti pertahanan Palestina adalah jebakan minyak mentah yang diletakkan di seberang jalan utama dari rumah sakit menuju Manger Square. Selain itu terdapat sebuah tabung gas yang dilengkapi bahan peledak yang diikat ke tali pemicu ledakan.

Terlepas dari laporan sejumlah korban dari serangan itu, termasuk seorang biarawati yang menurut warga Palestina ditembak dan terluka ketika dia mencoba menutup pintu yayasan agamanya untuk tentara Israel, pasukan Israel mencegah ambulans untuk mengevakuasi korban tewas dan terluka.

Serangan terus berlanjut dari Betlehem hingga pengepungan Ramallah saat ketegangan diplomatik meningkat dengan Mesir membatasi hubungannya dengan Israel. Di waktu yang bersamaan, pejuang Hizbullah menembakkan roket ke Israel utara di perbatasan Lebanon dan Suriah.

Hizbullah juga mengumumkan akan mengerahkan 20.000 tentara di negara itu. Presiden Amerika Serikat (AS) George Bush mengatakan kepada PM Israel untuk mengakhiri pendudukan Tepi Barat dan menyalahkan Ketua Organisasi Pembebasan Palestina Yasser Arafat karena gagal menghentikan gelombang bom bunuh diri.

Konflik dikhawatirkan akan lebih luas saat tentara Israel bergerak ke Nablus. Kebuntuan di Betlehem terus berlanjut dan pasukan Israel memasuki Hebron. Pada 5 April AS mengutus Jenderal Zinni menjadi perwakilan internasional pertama yang bertemu Yasser Arafat sejak ia dikurung di markas Ramallah. 

Kecaman Vatikan

Kelompok beresenjata Palestina dan warga sipil yang melarikan diri dari tank Israel bersembunyi di kompleks gereja selama hampir seminggu. Mereka bersembunyi bersama dengan sekelompok biarawan dan biarawati.

Mengutip BBC, seorang juru bicara biarawan Katolik di Vatikan mengatakan bahwa tentara Israel bersalah atas "tindakan barbar yang tak terlukiskan." Israel dianggap telah melanggar kewajiban internasionalnya dan mempertaruhkan konsekuensi "jangka panjang dan tak terhitung" kata Pastor David Jaeger.

Berbicara dari Roma, Pastor Jaeger mengatakan para biarawan di gereja telah melaporkan kerusakan "ruang suci" dan bukti bahwa pasukan Israel telah memasuki gereja. Sementara Paus Yohanes Paulus II telah mengajak orang-orang berdoa untuk perdamaian di Timur Tengah.

Ia menggambarkan kekerasan di Betlehem telah mencapai tingkat yang "tak terbayangkan dan tak tertahankan." Pada 10 Mei 2002, Israel akhirnya memberikan tanda-tanda untuk berhenti mengepung Gereja Kelahiran Yesus dan menghentikan serangan di Betlehem.

Hal tersebut terungkap dari Perundingan Palestina-Israel yang digelar di Bethlehem. Dalam perundingan tersebut, Israel memberikan sinyal pihaknya akan menarik tentaranya dengan syarat Palestina menyerahkan 13 anggota militannya melalui negara-negara Uni Eropa.

Perundingan tersebut melibatkan perwakilan Palestina, Israel, Uni Eropa, dan AS, yang mana bersikap sebagai penengah. Mereka juga membicarakan nasib 120 orang yang masih terkepung di gereja itu.

Selain meminta penyerahan 13 pejuang Palestina, perundingan itu juga membeicarakan rencana menentukan nasib 26 pejuang Palestina yang segera diangkut keluar Jalur Gaza.

*Baca Informasi lain soal SEJARAH DUNIA atau baca tulisan menarik lain dari Putri Ainur Islam.

 

SEJARAH HARI INI Lainnya