Menurut Penelitian, Anak yang Sering Mengonsumsi Sayur dan Buah Berpotensi Punya Kesehatan Mental Lebih Baik
Ilustrasi (Yan Krukov/Pexels)

Bagikan:

JAKARTA - Banyak mengonsumsi buah dan sayuran segar ternyata terbukti baik untuk pikiran, terutama bagi anak dalam usia tumbuh. Penelitian yang dipublikasikan di BMJ Nutrition, Prevention & Health, mengutip Healthline, Rabu, 13 Oktober, menunjukkan bahwa asupan buah dan sayuran yang lebih tinggi sangat terkait dengan kesehatan mental lebih baik pada anak sekolah menengah. Selain itu, penelitian ini juga  membuktikan bahwa sarapan dan makan siang bergizi memiliki kaitan erat dengan kesejahteraan emosional.

Untuk mengeksplorasi apakah pilihan makanan dapat dikaitkan dengan kesehatan mental, para peneliti melakukan survei pada lebih dari 50 sekolah di Inggris. Secara total, hampir 11.000 siswa menyelesaikan survei, dengan 8.823 survei yang valid. Hasilnya menunjukkan bahwa skor kesehatan mental rata-rata adalah 46,6 dari 70 untuk anak-anak sekolah menengah dan 46 dari 60 untuk anak-anak sekolah dasar.

Dari jumlah tersebut, hanya 25 persen anak sekolah menengah dan 28,5 persen anak sekolah dasar yang melaporkan jika mereka mengonsumsi lima porsi buah dan sayuran yang direkomendasikan WHO setiap hari. Sepuluh persen dan sembilan persen, masing-masing, tidak makan buah dan sayuran. Sedangkan, sekitar 21 persen anak-anak sekolah menengah dan 12 persen siswa sekolah dasar hanya mengonsumsi makanan dan minuman rendah nutrisi atau tidak sarapan dan makan siang sama sekali.
Buah-buahan dan sayuran membawa serangkaian manfaat fisik yang kuat. Hubungan antara kesehatan fisik dan kesehatan mental pun tentu sudah bukan hal baru, termasuk hubungan antara pola makan sehat dan suasana hati pada orang dewasa. Memperluas konsep untuk anak-anak tampaknya wajar saja, menurut para ahli.

“Dasarnya, nutrisi yang cukup sangat diperlukan untuk menyediakan bahan dasar bagi perkembangan dan fungsi tubuh, baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Hal ini termasuk pertumbuhan dan replikasi sel, sintesis DNA, neurotransmitter dan metabolisme hormon. Bagi anak-anak khususnya, nutrisi optimal sangat penting untuk perkembangan otak,” tulis para peneliti.

Audrey Koltun, RDN, CDCES, CDN, spesialis endokrinologi pediatrik di Cohen Children’s Medical Center of NY juga menerangkan hal senada. Menurutnya, dengan mencukupi nutrisi baik bagi tubuh maka kesehatan mental juga bisa terjaga.

“Kita tahu bahwa nutrisi yang baik dapat membantu perkembangan otak, tetapi faktanya, hal itu lebih besar berdampak pada kesejahteraan mental,” terang Audrey.