YOGYAKARTA - Perubahan iklim tidak hanya meningkatkan suhu udara, tetapi juga memengaruhi pola hujan, ketersediaan makanan, kondisi laut, dan kestabilan habitat satwa. IUCN mencatat bahwa perubahan iklim telah memengaruhi sedikitnya 15.801 spesies yang masuk dalam Daftar Merah sehingga meningkatkan risiko kepunahannya.
Tidak ada satu peringkat mutlak mengenai hewan yang paling terdampak perubahan iklim karena setiap spesies menghadapi bentuk tekanan yang berbeda. Namun, satwa yang bergantung pada es, suhu tertentu, terumbu karang, dan habitat pesisir termasuk kelompok yang sangat rentan.
Hewan yang Paling Terdampak Perubahan Iklim
- Beruang Kutub Kehilangan Habitat Berburu
Beruang kutub menjadi simbol paling dikenal dari krisis iklim karena kehidupannya sangat bergantung pada es laut Arktik. Es tersebut digunakan sebagai tempat berburu anjing laut, berpindah wilayah, beristirahat, dan berkembang biak. Ketika es mencair lebih cepat dan terbentuk lebih lambat, beruang kutub harus berenang lebih jauh atau bertahan lebih lama di daratan dengan sumber makanan yang terbatas. IUCN menilai hilangnya habitat es laut akibat pemanasan sebagai ancaman terbesar bagi kelangsungan hidup jangka panjang spesies ini.
- Penguin Kaisar Terancam Gagal Berkembang Biak
Penguin kaisar juga termasuk hewan yang paling terdampak perubahan iklim karena sebagian besar siklus hidupnya bergantung pada es laut Antarktika. Koloni penguin membutuhkan es yang cukup stabil sejak masa bertelur sampai anak penguin memiliki bulu tahan air. Apabila es pecah terlalu dini, telur atau anak penguin dapat jatuh ke laut sebelum mampu bertahan hidup. U.S. Fish and Wildlife Service menyatakan bahwa perubahan habitat es laut merupakan ancaman utama bagi penguin kaisar dan menjadi dasar pemberian perlindungan terhadap spesies tersebut.
- Anjing Laut Arktik Kehilangan Tempat Melahirkan
Beberapa jenis anjing laut Arktik menggunakan es dan lapisan salju sebagai tempat beristirahat, melahirkan, menyusui, membesarkan anak, serta berganti bulu. Berkurangnya luas es dan semakin pendeknya periode keberadaan es dapat mengganggu seluruh tahapan penting tersebut. NOAA menjelaskan bahwa perubahan iklim diperkirakan memengaruhi populasi anjing laut yang bergantung pada es melalui berkurangnya durasi dan ketersediaan habitat. Kondisi ini menunjukkan bahwa dampak perubahan iklim tidak berhenti pada satu predator, tetapi dapat menjalar ke seluruh rantai makanan Arktik.
- Penyu Menghadapi Suhu Sarang yang Terlalu Panas
Penyu laut menghadapi ancaman di darat sekaligus di laut. Kenaikan permukaan laut dan erosi pantai dapat mengurangi lokasi bertelur, sedangkan suhu pasir memengaruhi jenis kelamin tukik yang menetas. Suhu inkubasi yang lebih hangat dapat menghasilkan proporsi tukik betina yang sangat tinggi sehingga keseimbangan populasi jangka panjang berpotensi terganggu. IUCN melaporkan bahwa pada beberapa pantai peneluran penyu tempayan, sekitar 93 persen tukik yang baru menetas merupakan betina. Kerusakan terumbu karang dan padang lamun juga dapat mengurangi area makan penyu.
BACA JUGA:
- Karang Merupakan Hewan yang Sangat Rentan
Karang sering dianggap sebagai tumbuhan atau batu, padahal karang merupakan hewan laut yang hidup dalam koloni. Peningkatan suhu laut dapat memicu pemutihan karang ketika hubungan antara karang dan alga simbionnya terganggu. Apabila tekanan panas berlangsung lama, karang menjadi lebih rentan terhadap penyakit dan kematian. NOAA menyatakan bahwa pemutihan karang berat telah menjadi semakin luas, sering, dan intens. Kerusakan karang berdampak besar karena terumbu menyediakan tempat berlindung, berkembang biak, dan mencari makan bagi berbagai organisme laut.
- Amfibi Sulit Beradaptasi terhadap Perubahan Lingkungan
Katak, salamander, dan amfibi lainnya memiliki kulit yang peka terhadap perubahan suhu serta kelembapan. Perubahan pola hujan dapat mengeringkan lokasi berkembang biak, mengubah waktu reproduksi, dan memperburuk tekanan dari penyakit, polusi, serta kehilangan habitat. IUCN menyebut amfibi sebagai salah satu kelompok hewan yang paling terancam di dunia, dengan perubahan iklim menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kelangsungan hidupnya. Spesies yang hidup di pegunungan atau wilayah terbatas menghadapi risiko lebih besar karena ruang untuk berpindah semakin sempit.
Mengapa Perlindungan Harus Dilakukan Sekarang?
Membahas hewan yang paling terdampak perubahan iklim bukan sekadar membicarakan satwa langka. Hilangnya suatu spesies dapat mengganggu hubungan predator dan mangsa, penyerbukan, kesehatan laut, serta fungsi ekosistem yang mendukung kehidupan manusia. IPCC menegaskan bahwa perubahan iklim telah menyebabkan hilangnya spesies secara lokal, peningkatan penyakit, dan peristiwa kematian massal pada tumbuhan maupun hewan.
Perlindungan dapat dilakukan melalui pengurangan emisi gas rumah kaca, pelestarian kawasan alami, pemulihan terumbu karang dan pesisir, pengurangan sampah, serta dukungan terhadap program konservasi berbasis ilmiah. Risiko kehilangan spesies dapat ditekan apabila kenaikan suhu global berhasil dibatasi. Menjaga hewan yang paling terdampak perubahan iklim berarti menjaga keseimbangan ekosistem yang menjadi fondasi pangan, air, perlindungan pantai, dan kehidupan generasi mendatang. Selain itu, ketahui juga Upaya Menjaga Bumi di Tengah Polusi dan Perubahan Iklim
Jadi setelah mengetahui hewan yang paling terdampak perubahan iklim, simak berita menarik lainnya di VOI.ID, saatnya merevolusi pemberitaan!