YOGYAKARTA - Sekolah di Jepang sering menjadi sorotan dunia karena kedisiplinan dan nilai-nilai yang mereka tanamkan sejak usia dini. Sekilas mungkin sistem pendidikan di Jepang akan tampak mirip dengan negara lain. Namun, jika diperhatikan lebih dekat, mereka memilki budaya unik yang membuatnya berbeda dari pendidikan di negara lain. Hal ini bisa kita lihat dalam kegiatan sehari-hari siswa, mulai dari cara mereka belajar hingga berinteraksi dengan orang lain.
10 Budaya Unik di Sekolah Jepang yang Membentuk Karakter Siswa
Dilansir dari Japan Nakama, berikut 10 budaya unik di sekolah Jepang yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pembentukan kepribadian siswa:
- Randoseru, Tas Sekolah Ikonik Jepang
Salah satu simbol khas sekolah Jepang adalah tas bernama randoseru yang hampir digunakan oleh semua siswa sekolah dasar. Tas ini dirancang sangat kuat dan bisa digunakan selama enam tahun masa sekolah. Menariknya, kini warnanya semakin beragam, tidak lagi terbatas pada hitam untuk laki-laki dan merah untuk perempuan.
- Membungkuk Sebagai Tanda Hormat di Kelas
Setiap kali guru masuk ke kelas, siswa akan berdiri dan membungkuk sebagai bentuk penghormatan. Biasanya ada ketua kelas yang memberi aba-aba seperti “berdiri” dan “membungkuk”. Tradisi ini menanamkan kedisipsilan dan rasa berterima kasih kepada siswa sejak usia dini.
- Pelajaran Moral Wajib untuk Semua Siswa
Di Jepang, pelajaran moral bukan merupakan bagian wajib dari kurikulum. Siswa, mulai dari sekolah dasar hingga menengah, diajarkan tentang empati, kejujuran, dan bagaimana bersikap baik kepada orang lain. Ini menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter sosial mereka.
- Kaligrafi Wajib untuk Semua Siswa
Kaligrafi atau menulis indah dengan tinta dan kuas juga merupakan pelajaran wajib di sekolah. Siswa belajar menulis tradisional dengan pena, tinta, dan kertas tradisional. Bahkan, ada tradisi lomba menulis di awal tahun yang disebut Kakizome.
- Latihan Evakuasi Bencana Secara Rutin
Karena Jepang rawan gempa, sekolah secara rutin mengadakan simulasi evakuasi bencana, biasanya setiap bulan. Siswa selalu menyiapkan penutup kepala darurat yang akan dipakai selama latihan, berlindung di bawah meja mereka, dan mengevakuasi diri secara tertib.
BACA JUGA:
- Festival Olahraga
Festival olahraga (undokai) menjadi momen penting di sekolah Jepang. Kegiatan ini membangun kerja sama tim, sportivitas, dan semangat kebersamaan. Di sini berkompetisi dalam semangat kebersamaan dalam berbagai jenis olahraga, ada juga pertunjukan tari dan formasi dari masing-masing sekolah.
- Belajar Keuangan dan Pajak Sejak Dini
Siswa di Jepang sudah diperkenalkan pada konsep keuangan sejak usia muda. Mereka belajar tentang menabung, mengatur anggaran, hingga memahami dasar-dasar pajak.
- Penggunaan Bahasa Sopan kepada Orang yang Lebih Tua
Dalam interaksi sehari-hari, siswa diajarkan menggunakan bahasa sopan atau keigo kepada guru dan kakak kelas. Bahkan selisih satu tahun saja sudah cukup untuk menuntut penggunaan bahasa yang lebih hormat. Ini mencerminkan budaya rasa hormat dan hierarki yang kuat di Jepang.
- PR Musim Liburan
Berbeda dengan anggapan bahwa liburan adalah waktu bebas belajar, siswa Jepang tetap mendapatkan pekerjaan rumah saat libur panjang. Tujuannya agar mereka tetap menjaga ritme belajar mereka.
- Belajar dari Alam Melalui Konsep Satoyama
Beberapa sekolah mengajarkan konsep satoyama, yaitu hubungan harmonis antara manusia dan alam. Satoyama mengacu pada lingkungan hutan yang dikelola yang berbatasan dengan lahan pertanian. Ini membantu mereka memahami pentingnya keberlanjutan lingkungan.
Itulah 10 budaya unik di sekolah Jepang yang menunjukkan pendidikan tidak hanya soal akademik, tetapi juga pembentukan karakter. Tidak heran sekolah di Jepang menjadi inspirasi bagi banyak negara di dunia.
Selain pembahasan di atas, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di VOI.ID. Agar tidak ketinggalan kabar terupdate follow dan pantau terus akun sosial media kami!