JAKARTA - Menjaga kesehatan fisik pada usia senja menjadi salah satu tantangan tersendiri, terutama dalam menghadapi risiko penyakit degeneratif. Sebagai salah satu solusi praktis, olahraga dengan intensitas ringan kini mulai banyak dilirik karena menawarkan berbagai dampak positif bagi kebugaran tubuh.
Senam ergonomik jadi pilihan tepat. Manfaat senam ini bagi lansia sudah terbukti sangat beragam, mulai dari mengoptimalkan sistem peredaran darah hingga menjaga kestabilan kadar zat purin atau asam urat dalam tubuh.
Holywings Group melalui program Holywings Peduli pun menggelar kegiatan senam ergonomik massal di Helens Night Mart Ampera, Jakarta Pusat, pada Minggu, 17 Mei, kemarin.
Kegiatan yang difokuskan untuk membantu menurunkan kadar asam urat ini dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Lanjut Usia Nasional yang akan diperingati 29 Mei mendatang. Lebih dari 150 peserta dari kalangan masyarakat lanjut usia yang berasal dari Kelurahan Ragunan, Jakarta Selatan, tampak antusias mengikuti jalannya acara.
Adapun Roida yang bertindak sebagai instruktur menjelaskan, senam ergonomik sangat direkomendasikan untuk dilakukan oleh kelompok lanjut usia karena struktur gerakannya yang aman dan minim risiko cedera.
Menurut Roida, durasi ideal untuk melakukan senam ini berkisar antara 20 hingga 40 menit per sesi. Supaya mendapatkan hasil yang optimal, aktivitas fisik ini sebaiknya dipraktikkan secara konsisten beberapa kali dalam sepekan.
“Senam ergonomik ini dirancang agar aman dan mudah diikuti oleh semua usia, khususnya lansia. Jika dilakukan secara rutin, minimal 2–3 kali dalam seminggu, dapat membantu mengurangi keluhan nyeri sendi serta menjaga kestabilan kadar asam urat,” kata Roida.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa manfaat senam ergonomik bagi lansia tidak terbatas pada urusan persendian dan asam urat saja. Olahraga ringan ini juga efektif dalam meningkatkan kelenturan otot, memperbaiki postur tubuh, menjaga kebugaran, hingga meningkatkan kualitas tidur malam. Rangkaian gerakan yang teratur juga diklaim mampu memperbaiki pola pernapasan sehingga tubuh terasa jauh lebih rileks sekaligus benergi.
BACA JUGA:
Kelebihan lain dari senam ini adalah kepraktisannya yang tidak menuntut atribut atau fasilitas yang rumit. Para pesertanya tidak memerlukan kostum khusus ataupun peralatan olahraga yang mahal. Menurut sang instruktur, masyarakat cukup mengenakan pakaian yang nyaman, mampu menyerap keringat dengan baik, serta tidak membatasi ruang gerak tubuh saat mempraktikkan gerakan demi gerakan.
“Tidak ada kostum khusus dalam senam ergonomik. Peserta cukup menggunakan pakaian yang nyaman, menyerap keringat, dan tidak membatasi gerakan tubuh. Senam ini juga tidak memerlukan alat khusus, sehingga cukup praktis dilakukan di rumah maupun secara berkelompok,” tambah Roida.
Selain memberikan dampak positif secara fisiologis, aktivitas fisik yang dilakukan secara bersama-sama ini juga terbukti memberikan stimulus psikologis yang baik bagi para lansia. Bergerak aktif dalam suasana kebersamaan dinilai ampuh dalam menekan tingkat stres serta memicu munculnya perasaan bahagia melalui pelepasan hormon di dalam tubuh.
“Saat seseorang aktif bergerak atau berolahraga, tubuh akan melepaskan hormon seperti endorfin dan serotonin yang sering disebut sebagai hormon kebahagiaan. Hormon ini membantu memperbaiki suasana hati, mengurangi stres, dan membuat pikiran terasa lebih tenang,” tutur sang instruktur.
Di samping itu,Komisaris Utama Holywings Group sekaligus Ketua Program CSR Holywings Peduli, Andrew Susanto, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan hidup masyarakat. Pihaknya sengaja memilih jenis senam ini sebagai program utama karena melihat urgensi pemeliharaan kesehatan lansia yang rentan terhadap gangguan fisik.
“Kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat dan memberikan manfaat yang langsung dirasakan. Senam ergonomik ini menjadi salah satu upaya kami dalam mendukung gaya hidup sehat, khususnya bagi para lansia,” ujar Andrew.
Selain memfasilitasi olahraga bersama dan edukasi pola hidup sehat seperti pemahaman menu makanan rendah purin, pihak penyelenggara juga menyalurkan sejumlah bantuan stimulan untuk masyarakat sekitar, meliputi alat fogging untuk mengantisipasi penyakit berbasis lingkungan, meja dan kursi untuk fasilitas umum, mesin pemotong rumput, hingga penyediaan alat cek kesehatan guna menyokong operasional Posyandu dan Posbindu di wilayah sekitar.