JAKARTA - Hobi lari belakangan semakin digemari masyarakat, terutama di kalangan anak muda dan komunitas urban. Aktivitas ini tidak lagi sekadar menjadi olahraga untuk menjaga kebugaran, tetapi juga bagian dari gaya hidup yang menghadirkan pengalaman tersendiri.
Seiring waktu, aktivitas yang satu ini pun tak cuma digemari karena seolah mengejar pace. Menurut Rachmat B. Trilaksono, selaku Teamhead Marketing Puma Indonesia, tak sedikit mereka yang gemar berlari ingin mencari pengalaman seru, mulai dari eksplorasi kota, hingga tantangan personal.
Tak heran jika sebuah brand olahraga global menghadirkan pengalaman lari urban 5K bertajuk Deviate Route. Konsep ini dirancang bukan hanya sebagai ajang adu cepat, tetapi juga menghadirkan tantangan dinamis yang menuntut adaptasi, strategi, dan kemampuan menjaga ritme di berbagai kondisi rute.
"Melalui Deviate Route, kami ingin menunjukkan bahwa berlari cepat bukan hanya soal angka di pace, tapi juga bagaimana pelari berani menghadapi rute yang tidak biasa dan terus mencari tantangan baru. Kami ingin menghadirkan pengalaman lari yang lebih seru dan berkesan bagi komunitas," ungkap Rachmat dalam keterangan persnya kepada VOI, Jumat, 8 Mei.
Mengusung konsep urban crawl, para peserta diajak melewati jalur yang tidak biasa, mulai dari gang sempit, tanjakan tangga, hingga area sprint terbuka.
Format ini membuat pelari tidak hanya fokus mengejar catatan waktu, tetapi juga harus mampu mengatur tenaga dan respons di setiap segmen lintasan.
Rute lari 5K kali ini mengambil kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dengan jalur yang melintasi sejumlah ruas jalan seperti Lauser, Barito, Melawai Raya, Pattimura, hingga Sisingamangaraja sebelum kembali ke titik awal. Peserta terdiri dari komunitas lari hingga jurnalis yang dapat memilih kategori individu maupun relay komunitas.
BACA JUGA:
Format individu memberi ruang bagi pelari untuk mengeksplorasi performa personal, sementara kategori relay menghadirkan unsur kerja sama tim dan strategi antar anggota komunitas. Seluruh peserta juga diminta merekam jalur lari menggunakan aplikasi pelacak olahraga untuk kebutuhan pencatatan hasil.
Aktor sekaligus penggemar olahraga, Ibnu Jamil, mengaku merasakan pengalaman berbeda saat mengikuti konsep lari tersebut.
"Rutenya lebih dinamis dibanding road race biasa karena kita harus terus menyesuaikan ritme. Tantangan seperti ini justru membuat pengalaman lari jadi lebih menyenangkan dan tidak monoton. Selain berlari, kita juga bisa menikmati suasana kota dari jalur-jalur yang jarang dilewati,” kata Ibnu.
Dalam kesempatan itu, peserta juga berkesempatan mencoba sepatu lari terbaru yang dirancang untuk kebutuhan speed training dan race day. Sepatu ini mengusung bantalan responsif, bobot ringan, serta stabilitas yang mendukung kenyamanan saat berlari di berbagai karakter lintasan.
Teknologi bantalan dan outsole yang digunakan diklaim membantu transisi langkah terasa lebih mulus, terutama ketika pelari meningkatkan tempo atau memasuki sesi interval. Dukungan tersebut dinilai penting untuk membantu pelari menjaga ritme dan mengurangi rasa lelah saat latihan maupun perlombaan.