JAKARTA - Diet Coke mulai sulit dicari di India. Penyebabnya bukan gula, bukan rasa, melainkan kaleng aluminium yang pasokannya tersendat akibat perang Iran.
Disadur dari Kyodo News, Jumat, 24 April yang mengutip Reuters, Diet Coke di India hanya dijual dalam kaleng. Masalah muncul karena pengiriman kaleng dari kawasan Teluk tertunda sejak blokade de facto Iran di Selat Hormuz.
Kawasan Teluk menyumbang sekitar 9 persen produksi aluminium global. Ketika jalur itu terganggu, dampaknya merembet sampai ke rak minuman ringan.
Dua distributor Coca-Cola mengatakan perusahaan mulai membatasi pasokan atau tidak memenuhi sebagian pesanan akibat kekurangan kaleng.
“Kami sudah memesan, tetapi diberi tahu ada kekurangan akibat perang,” kata Sanjay, salah satu distributor.
BACA JUGA:
India merupakan pasar penting bagi Coca-Cola. Penjualan perusahaan itu mencapai 50 miliar rupee atau sekitar 533 juta dolar AS pada 2024–2025, tertinggi setidaknya sejak 2021.
Produk bebas gula juga sedang tumbuh. Grand View Research memperkirakan pasar makanan dan minuman rendah gula di India mencapai 4,7 miliar dolar AS pada 2030, lebih dari dua kali lipat dibanding 2023.
Seorang eksekutif industri mengatakan produksi Diet Coke masih berjalan, tetapi dijatah karena permintaan tidak bisa dipenuhi seluruhnya. Produksi kaleng dan botol di India juga makin mahal akibat kekurangan energi.
Di Uttar Pradesh, pedagang kelontong Ashish Saxena mengatakan pesanan Diet Coke kini tertunda. Sebelumnya, barang bisa datang dalam lima sampai enam jam.
“Sekarang perusahaan mendorong Coke Zero yang tersedia dalam botol plastik dan harganya sangat masuk akal dibanding produk lain,” kata Saxena.
Kelangkaan itu sampai masuk media sosial. Sebagian pengguna Instagram mengunggah meme tentang sulitnya mendapatkan Diet Coke. Salah satu video memperlihatkan seorang pria berlari ke supermarket dan membeli lebih dari selusin kaleng.
Gangguan pasokan dari Selat Hormuz membuat keterlambatan pengiriman kaleng aluminium berdampak langsung pada distribusi Diet Coke di India.