Bagikan:

YOGYAKARTA - Usia 5 tahun adalah masa prasekolah bagi anak atau masa transisi dari balita ke anak sekolah. Pada usia ini, mereka mengembangkan keterampilan baru setiap harinya. Di sini, bimbingan dari orang tua sangat dibutuhkan agar perkembangan mereka berjalan optimal. Karena itu, orangtua perlu mengetahui apa saja keterampilan yang perlu dilatih saat anak berusia 5 tahun.

5 Keterampilan Penting yang Perlu Dilatih Orangtua pada Anak Usia 5 Tahun

Dilansir dari Good Housekeeping, berikut ini 5 keterampilan penting yang mesti dilatih orangtua pada anak usia 5 tahun:

  1. Memahami Perbedaan Benar dan Salah

Pada usia 5 tahun, anak-anak umumnya sudah memiliki kemampuan untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Psikolog Dr. Eileen Kennedy-Moore, Ph.D., mengatakan bahwa pemahaman ini masih berkaitan dengan hal-hal sederhana, seperti takut dimarahi atau melanggar aturan.

Namun, menurut Kennedy-Moore, mengetahui aturan belum tentu berarti melakukannya, terutama saat anak sedang marah. Karena itu, ia menyarankan orang tua membantu anak belajar memahami alasan di balik sebuah aturan.

Cobalah bertanya, "Mengapa penting untuk bergantian saat bermain ayunan?" Ini dapat membantu mereka membayangkan perasaan orang lain, jelasnya. Anda juga bisa menarasikan perasaan orang lain agar mereka lebih memahami, misalnya, "Jeffrey merasa tersisih karena kalian semua punya mainan dinosaurus sementara dia tidak."

  1. Memahami Perasaan Orang Lain (Empati)

Bagi orang dewasa, bisa memahami perasaan dan keinginan orang lain adalah hal yang lumrah, tetapi bagi anak usia 5 tahun, ini adalah keterampilan dasar yang sedang berkembang dan membutuhkan bimbingan orangtua.

"Kemampuan untuk membayangkan perspektif orang lain adalah keterampilan mendasar untuk semua hubungan. Ini membantu anak-anak lebih bersedia untuk berbagi atau bergantian. Ini memungkinkan mereka untuk menghibur teman yang sedang sedih," jelas Kennedy-Moore.

Dalam hal ini, kata Kennedy-Moore, Anda bisa mendorong anak mengutarakan pikiran dan perasaannya secara verbal. “Anda bisa mengatakan, ‘Kamu merasa frustrasi karena ingin pergi ke taman, tetapi kita harus pergi berbelanja bahan makanan,’ atau ‘Kamu senang bertemu Nenek!’”

Selain itu, Anda bisa membicarakan pikiran dan perasaan orang lain dalam kehidupan sahari-hari atau saat membaca buku atau menonton film. Anda bisa melakukannya dengan mengomentari apa yang Anda amati.

Anda juga dapat mengajukan pertanyaan terbuka untuk membantu anak-anak memvisualisasikan dan mengungkapkan perasaan orang lain. Misalnya, “Menurutmu bagaimana perasaannya ketika itu terjadi?” atau “Menurutmu mengapa dia marah?”

  1. Mengelola Emosi

Psikolog parenting, Dr. Heather Wittenberg mengatakan mengelola emosi bukan hanya tantangan bagi orang dewasa, tetapi juga bagi anak usia 5 tahun. Pada fase ini, perkembangan otak mereka sedang sangat pesat, sehingga emosi bisa terasa lebih intens.

“Anak-anak berusia lima tahun berada di tengah-tengah perkembangan otak yang liar dan luar biasa yang pada akhirnya akan membuat mereka lebih peka dan mampu mengekspresikan perasaan dan interaksi sosial yang lebih kompleks. Sampai proses itu mereda, jangan heran jika mereka menjadi lebih mudah marah atau mengalami lebih banyak tantrum,” jelasnya.

Anda dapat membantu mereka dengan memastikan istirahat yang cukup dan nutrisi yang baik. Selain itu, kata Wittenberg, penting juga menyediakan ruang untuk membahas dan memproses perasaan sulit dan situasi sosial yang mereka alami.

  1. Menjadi Bagian yang Bertanggung Jawab dalam Keluarga

Banyak orang tua kaget melihat kemampuan anak usia 5 tahun dalam membantu di rumah. Wittenberg mengatakan pada usia ini, mereka sudah bisa melakukan tugas sederhana seperti merapikan mainan atau membawa piring ke dapur. Keterlibatan ini penting untuk membangun rasa tanggung jawab.

“Mereka dapat dan seharusnya membantu lebih dari yang sering kita sadari. Bertanggung jawab, dengan pengingat dan bimbingan yang baik, tentu saja, untuk tugas-tugas seperti membawa piring makanan mereka dari meja ke wastafel, menyimpan piring dan gelas bersih mereka, dan menyapu kotoran dengan sapu tangan dan pengki mereka sendiri, membantu anak Anda mengembangkan rasa dasar sebagai kontributor penting bagi keluarga,” jelas Wittenberg.

Namun, penting untuk memberikan contoh sampai anak bisa melakukannya sendiri. Anak perlu melihat, memahami, lalu mencoba secara bertahap.

  1. Mengembangkan Keterampilan Motorik Baru

Di usia 5 tahun, anak mulai mengembangkan berbagai keterampilan motorik baru. Mereka bisa mencoba gerakan seperti melompat, berlari lebih stabil, bahkan mulai belajar berenang atau senam dasar. Tak heran jika Anda sering mendengar, "Bu, lihat, Bu, lihat, Bu, lihat!"

Sebagai orangtua, Anda bisa mendukung dengan menyediakan ruang aman untuk bermain dan bereksplorasi. Memberikan apresiasi atas usaha mereka juga sangat penting. Dukungan sederhana seperti ini bisa berdampak besar pada perkembangan anak.

"Dorong perkembangan mereka dan berikan pujian besar saat Anda memperhatikan semua kemampuan baru mereka," kata Wittenberg.

Itulah 5 keterampilan penting yang perlu dilatih orangtua saat anak berusia 5 tahun. Wittenberg mengingatkan, meskipun anak usia 5 tahun terlihat semakin mandiri dan berkembang pesat, mereka tetaplah masih anak kecil. Mereka masih membutuhkan pelukan, dibacakan cerita, dan perhatian penuh dari orang tua.

Selain pembahasan di atas, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di VOI.ID. Agar tidak ketinggalan kabar terupdate follow dan pantau terus akun sosial media kami!