Bagikan:

JAKARTA – Aktris Imelda Therinne kembali menunjukkan kualitas aktingnya dalam proyek film terbaru bertajuk Songko. Film yang diproduksi oleh Dunia Mencekam dan Film Machine ini menuntut Imelda untuk keluar dari zona nyaman, terutama dalam hal penguasaan bahasa daerah yang cukup dominan.

Ditemui dalam acara premiere film tersebut, Imelda mengungkapkan kekagumannya terhadap naskah yang ditulis oleh Gerald. Menurutnya, cerita yang diangkat sangat kuat karena ditulis oleh putra daerah yang memahami betul seluk-beluk budaya Sulawesi.

"Pertama kali aku disodorin (naskah) sama Gerald, menurut aku Gerald penulis yang sudah lama ya, terlihat dari jahitan tulisannya keren banget. Thank you for sharing a beautiful story. Karena kamu asli dari Sulawesi, jadi berasa tulisannya tuh bener-bener mengangkat budaya yang real," ujar Imelda Therinne di kawasan Jakarta, Senin, 13 April.

Bagi aktris peraih penghargaan ini, terlibat dalam film yang mengangkat kearifan lokal adalah sebuah misi untuk memperkenalkan luasnya Indonesia kepada penonton. Ia mengapresiasi keberanian rumah produksi yang mau mengeksplorasi cerita dari daerah.

"Indonesia tuh ternyata luas ya, nggak di daerah tertentu aja. Terima kasih buat Dunia Mencekam serta Film Machine yang berani mengeksplorasi, membuat film dari daerah. Kita jadi ngajak penonton untuk menyadari bahwa Indonesia tuh luas dan banyak sekali kekayaan cerita turun-temurun," tuturnya.

Bicara soal tantangan terbesar, Imelda menyebutkan bahwa dialog dalam film ini sebagian besar menggunakan bahasa Manado. Tak tanggung-tanggung, porsinya mencapai hampir seluruh dialog yang ia perankan.

"Mungkin challenge-nya sendiri aku belajar banyak sih. Bahasa itu 80 persen bahasa Manado. Ternyata bahasa itu emang susah-susah gampang ya," ungkap Imelda sambil tersenyum.

Beruntung, Imelda tidak berjuang sendirian. Ia banyak dibantu oleh aktor-aktor asli Manado yang menjadi lawan mainnya. Interaksi yang intens dengan para pemain teater lokal diakui sangat membantu proses pendalaman karakternya.

"Aku dikasih kesempatan untuk berinteraksi dengan aktor-aktor Manado, Wata sama Luisa, dan mereka aktor yang keren banget ternyata aktif di teater. Itu lumayan ngebantu sekali," jelasnya.

Selain bahasa, faktor alam juga menjadi tantangan fisik yang tak terduga. Imelda menceritakan bagaimana cuaca di lokasi syuting terasa sangat ekstrem, bahkan ia mengibaratkan suasananya seperti sedang berada di luar negeri.

"Cuaca juga berat banget, kayak kita lagi syuting di luar negeri ya, di London gitu kan. Cuman pay off-nya alamnya indah banget. Semoga kecapture ya di film. Aku sendiri belum nonton filmnya, I'm so excited," tambah aktris kelahiran 1982 ini.

Film Songko diharapkan dapat memberikan warna baru dan menjadi angin segar bagi industri perfilman tanah air yang semakin beragam. Jika tidak ada aral melintang, film ini dijadwalkan menyapa penonton di bioskop mulai 23 April mendatang.

"Semoga nih film bisa memberikan angin segar ke dunia perfilman Indonesia yang something new ya," pungkasnya.