Bagikan:

JAKARTA - Isu penjualan rumah yang menyeret nama Okin dan Rachel Vennya menjadi inti dari perseteruan hukum mereka saat ini. Pihak Rachel menegaskan bahwa langkah hukum ini diambil semata-mata demi keadilan bagi anak-anak mereka.

Sangun Ragahdo, kuasa hukum Rachel, menyebutkan bahwa kliennya menuntut hak yang seharusnya diterima.

"Intinya memang yang dikejar dari perkara ini adalah klien saya, Rachel itu ingin menuntut hak, hak ini adalah hak anak-anaknya, ingin mencari keadilan," ujar Ragahdo di kawasan Jakarta Selatan, Kamis, 9 April.

Persoalan rumah ini semakin memanas ketika muncul kabar adanya orang tak dikenal yang datang untuk mengukur rumah.

"Keterangan dari klien saya bahwa memang betul itu diinformasikan, cuma diinformasikannya ini saya dapat ya, itu baru diinfo jam 4 sore tapi ternyata pengukuran dilakukan jam 11 siang," ungkap Ragahdo.

Kondisi ini membuat kenyamanan keluarga Rachel terganggu, mengingat rumah tersebut masih ditempati oleh adik-adiknya.

"Itulah yang kita lihat jadi membuat ya kurang nyamanlah, adik-adiknya kan kasihan juga ya. Rachel tulang punggung keluarga tidak hanya menghidupi anak-anaknya tetapi juga keluarga besarnya," tambahnya.

Ragahdo menekankan beban yang harus ditanggung Rachel jika rumah tersebut tiba-tiba dijual.

"Kalau memang nanti harus pindah Rachel kan harus keluar biaya lagi, harus keluar apa namanya tenaga lagi untuk mencari tempat memindahkan adik-adiknya," jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Axel Mattew selaku kuasa hukum Okin memberikan klarifikasi berbeda. Menurutnya, Okin sudah menginformasikan hal tersebut kepada Rachel sebelumnya.

"Jadi gini ya, jadi keterangan dari saudara Niko, sebetulnya itu bukan ngukur rumah. Dan sebelum orang-orang itu datang, itu pun sudah diinformasikan dulu ke Rachel gitu," sanggah Axel Mattew.

Ia membantah jika kedatangan orang-orang tersebut dilakukan secara tiba-tiba tanpa koordinasi.

"Jadi, ya itu, itu keterangan dari klien kami ya seperti itu. Jadi bukan secara tiba-tiba orang-orang tersebut datang untuk ukur rumah, itu nggak seperti itu," tegasnya.

Axel menjelaskan tujuan kedatangan tersebut hanyalah untuk sekadar melihat kondisi bangunan.

"Ya hanya sekedar mau lihat rumah, tapi bukan bukan mau ngukur rumah segala macam seperti yang disampaikan sama Rachel. Hanya mau ngelihat rumah," imbuh Axel.

Bahkan, Axel mengklaim bahwa Rachel sudah mengetahui rencana penjualan rumah tersebut jauh sebelum masalah ini ramai di media.

"Kalau keterangan dari Niko sudah tahu, pihak Rachel, sebelumnya. Sebelum masalah ini mencuat itu sudah tahu," tutup Axel.