JAKARTA – Publik Amerika Serikat terbelah dengan agresi yang dilakukan Donald Trump atas Iran. Jutaan warga berdemo mengecam kebijakan yang berpengaruh kepada rakyat Amerika sendiri, termasuk aktor Hollywood, Robert De Niro. Aktor kawakan Indonesia, Anwar Fuady, juga seirama dengan aktor yang membintangi film The Godfather Part II (1974) tersebut dalam konteks ini.
Menurut Anwar, apa yang dilakukan De Niro adalah menyuarakan hati masyarakat. “Apa yang dilakukan Robert De Niro dengan ikut turun ke jalan berdemo menentang kebijakan Donald Trump yang tanpa alasan jelas menyerang Iran patut diapresiasi. Bukan apa-apa, menyerang sebuah bangsa berdaulat tanpa alasan yang jelas itu melanggar aturan hukum internasional,” kata Anwar berapi-api saat dijumpai pada acara Halal Bihalal & Syukuran Hari Kelahiran Benny Martha Benyamin Tatung, di Kemang, Rabu (1/3).

Apalagi, lanjut Anwar yang sudah banyak membintangi sinetron dan film layar lebar itu, serangan Amerika dan sekutunya, Israel, atas Iran ternyata tak sesuai rencana. “Mereka kira Iran mudah ditaklukkan, ternyata sampai hari ini Iran belum takluk. Mereka masih bisa melakukan serangan balasan ke Israel dan aset-aset Amerika di kawasan Timur Tengah,” katanya.
Dan yang makin runyam, dampak serangan Amerika dan Israel ini, kata Anwar, juga membuat ekonomi dunia tertekan. “Karena serangan ini, distribusi BBM tersendat dan ekonomi dunia kian tertekan. Harga BBM di Amerika saja melonjak tajam, inflasi di sana tak terbendung. Jadi bisa dipahami kalau rakyat Amerika menjerit dan mereka berdemo,” katanya.
BACA JUGA:
Jadi, menurut Anwar, secara pribadi dia sejalan dengan Robert De Niro dan kebanyakan rakyat Amerika yang tak setuju perang dilakukan oleh Trump. “Saya dukung Robert De Niro dan seluruh rakyat Amerika yang melakukan demo menentang agresi Trump,” tegasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, dalam demonstrasi massa di Manhattan, New York, Robert De Niro ikut terlibat. Ia bersama puluhan ribu warga Amerika berbaris di sepanjang Seventh Avenue sambil membawa poster bertuliskan “No ICE”, “No Kings”, dan “No Wars”. Aktor Robert De Niro menyebut tidak ada presiden sebelum Trump yang menghadirkan ancaman sebesar itu terhadap kebebasan dan keamanan warga Amerika.

Gelombang protes juga meluas ke Washington, kawasan Teluk San Francisco, Sacramento, hingga Arizona. Di Sacramento, unjuk rasa berlangsung di tengah lonjakan harga bahan bakar setelah operasi militer AS terhadap Iran pada 28 Februari. Menurut American Automobile Association, seperti dilaporkan Xinhua, harga bensin di Los Angeles County kini mendekati 6 dolar AS per galon, naik lebih dari 1,26 dolar AS dalam sebulan.
Menurut Anwar, apa yang dilakukan pemerintah Iran dan rakyatnya bisa menjadi contoh bagi bangsa Indonesia. “Mereka berani melawan dan berkata tidak pada negara agresor. Orang mengira Iran yang persenjataannya jauh di bawah Amerika akan dengan mudah menyerah. Tapi ternyata mereka bisa bertahan,” tegas Anwar Fuady.