JAKARTA - Mantan pejabat keamanan tinggi AS, Joe Kent, meminta Presiden Donald Trump segera mengakhiri perang terhadap Iran dan mengendalikan Israel atas upaya-upaya meningkatkan eskalasi di Timur Tengah.
Kent mengatakan, AS telah mengorbankan banyak warga negaranya dalam perang yang dimulai sejak 28 Februari ini.
"Kita menghormati para pahlawan yang gugur dengan belajar dari masa lalu kita dan hanya menumpahkan darah Amerika untuk membela bangsa kita," kata Kent dalam akun X-nya, Kamis 2 April.
Dia menggambarkan peningkatan serangan terhadap Iran akan berujung pada banyaknya korban jiwa dari pasukan AS. Israel diketahui sedang memperluas wilayah pendudukan di Lebanon selatan melalui Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan tidak akan mengirimkan pasukannya jika AS melakukan operasi darat ke Iran.
"Waktu terbaik untuk keluar dari perang pilihan adalah sekarang, sebelum kita kehilangan lebih banyak nyawa,” kata dia.
We do not honor our fallen by getting more of our best men & women killed in the Middle East.
We honor our fallen by learning from our past & only shedding American blood in defense of our nation.
The best time to get out of a war of choice is now, before we lose more lives.
— Joe Kent (@joekent16jan19) April 2, 2026
Kepala Pusat Kontraterorisme Nasional AS yang mengundurkan diri pada Selasa 17 Maret akibat ketidaksetujuannya pada perang terhadap Iran ini menambahkan, AS dapat menyatakan kemenangan atas agresinya ke Iran kapan pun.
Namun, kepastian itu hanya bisa dilakukan, kata Kent, jika Trump mampu mengendalikan Israel atas tindakan-tindakan militer sepihaknya dalam perang ini, seperti menyerang kilang minyak Iran di Teheran tanpa komunikasi dengan AS.
“Israel membutuhkan komitmen kita tanpa batas waktu, kita menginginkan pengakhiran perang yang cepat. Kita memiliki tujuan yang sangat berbeda dari Israel dan harus bertindak sesuai dengan itu,” ujar Kent.