Bagikan:

JAKARTA - Kasus dugaan penghinaan adat Toraja memberikan pelajaran bagi Pandji Pragiwaksono. Usai diperiksa di Bareskrim, Pandji menyatakan komitmennya untuk mengevaluasi cara ia menulis materi komedi di masa depan.

"Saya sudah berkomitmen juga untuk lebih baik lagi dalam menulis joke, materi stand up comedy," ungkap Pandji saat ditemui di Bareskrim Mabes Polri, Senin, 9 Maret 2026.

Pandji mengungkapkan bahwa dalam sidang adat yang ia jalani, terjadi dialog dua arah yang menyadarkan kedua belah pihak. Hal ini mengubah perspektifnya dalam berkarya sebagai seorang komika.

"Kebetulan disepakati bahwa ini adalah salah dua pihak ya. Jadi waktu di sidang adat itu keduanya meminta maaf, atas apa yang telah terucap dan telah terjadi akibat situasi ini," akunya.

Baginya, proses persidangan adat bukan sekadar hukuman, melainkan ruang pembelajaran. Pandji merasa beruntung bisa melihat langsung bagaimana sebuah tradisi ribuan tahun bekerja menyelesaikan konflik.

"Kelihatannya kedua belah pihak punya banyak pembelajaran. Senang bisa terlibat dari sebuah tradisi yang sudah berjalan selama ribuan tahun," tambah Pandji.

Meski harus berurusan dengan polisi, Pandji tidak menyesali proses yang terjadi. Ia justru mengapresiasi cara masyarakat Toraja menyambut itikad baiknya untuk mengklarifikasi masalah.

"Menurut saya, pengalaman saya di Toraja adalah salah satu pengalaman yang sangat berkesan. Melewati proses sidang yang adil dan demokratis," jelasnya dengan nada serius.

Terkait materi yang sempat menjadi polemik, Pandji memastikan ada banyak aspek yang kini ia pertimbangkan sebelum naik ke atas panggung. Klarifikasi di depan penyidik pun menjadi bagian dari tanggung jawabnya.

"Ditanya terkait kehadiran saya di Toraja ketika saya melaksanakan sidang adat Toraja. Pertanyaannya seputar itu dan klarifikasi sudah diberikan oleh saya," kata Pandji.

Pandji pun memasrahkan kelanjutan kasus ini kepada pihak berwenang. Namun, fokus utamanya kini adalah memperbaiki kualitas karyanya agar kejadian serupa tidak terulang.

"Saya percaya dengan proses yang berjalan. Saya bersyukur bahwa dibukakan jalan untuk bertemu dengan masyarakat adat," tuturnya mengakhiri sesi wawancara.