JAKARTA - Musisi sekaligus produser Simon Jakops ditangkap di Jepang karena diduga memiliki narkoba. Ia ditangkap bersama musisi Chancellor dan dua karyawan dari label musik.
Senin, 23 Februari, mengutip Kyodo News, Simon Jakops bersama tiga lainnya tertangkap memiliki kokain dan ganja kering di sebuah hotel di daerah Aichi.
Jakops membuat pernyataan bahwa mereka kooperatif dengan pihak berwajib lokal untuk mengurus kasus ini diwakili oleh label mereka.
“Kami menyadari betapa seriusnya efek atas pemberitaan penangkapan produser kami. Kami berusaha untuk mencari kebenaran atas kasus ini. Kami akan bersikap kooperatif dalam investigasi ini,” kata pihak label pada Selasa, 24 Februari.
Grup global XG yang menjadi artis dari Simon Jakops kemudian merilis pernyataan. Mereka minta maaf karena pernyataan yang dirilis lama dan membantah keterlibatan mereka terkait narkoba.
“Kami minta maaf karena kekhawatiran kepada penggemar kami, ALPHAZ dan pihak lainnya terkait laporan terbaru. Sebagaimana proses pemeriksaan sedang berlangsung, kami ingin mengklarifikasi bahwa XG tidak berhubungan dengan kabar ini,” begitu pesan yang ditulis melalui akun media sosial XG.
BACA JUGA:
“Kami memprioritaskan kesehatan dan kondisi kesehatan mental artis kami dan terus mendukung mereka,” katanya.
Simon Jakops debut sebagai musisi pada tahun 2009 dengan menjadi salah satu kolaborator dalam album buatan rapper MC Mong. Ia kemudian bergabung sebagai anggota grup Dalmations pada tahun 2012.
Dua tahun berlalu, ia fokus menjadi produser dan mendirikan label XGALX pada tahun 2017. Ia mendebutkan grup global XG pada tahun 2022.
Kabar penangkapan produser Simon Jakops berlangsung di tengah promosi XG untuk album terbaru mereka, THE CORE beserta tur yang akan dijalani pada tahun ini.