YOGYAKARTA – Banyak orang yang masih bingung dengan perbedaan kulit kering dan kulit dehidrasi. Keduanya memang terlihat mirip karena sama-sama bersisik atau kencang. Namun, jika ditelisik lebih dalam, dua kondisi ini berbeda dari segi penyebab, ciri-ciri, hingga cara perawatannya. Memahami perbedaannya sangat penting agar Anda tidak salah memilih produk skincare.
Sekilas, kulit bisa terasa kasar, kusam, bahkan mengelupas. Tapi apakah itu berarti kulit Anda kering? Belum tentu. Bisa jadi kulit Anda sebenarnya mengalami dehidrasi, yaitu kekurangan kadar air, bukan kekurangan minyak.
Agar lebih memahaminya, mari simak penjelasan dalam ulasan di bawah ini.
Perbedaan Kulit Kering dan Kulit Dehidrasi
Menyadur laman Healthline, berikut ini adalah beberapa perbedaan kulit kering dan kulit dehidrasi yang perlu Anda ketahui:
- Penyebab
Kulit kering (xerosis cutis) terjadi karena kurangnya produksi minyak alami (sebum) di kelenjar kulit. Kondisi ini membuat kulit terasa kasar, mudah mengelupas, dan pecah-pecah.
Sementara pada kulit dehidrasi, penyebab utamanya adalah kekurangan kadar air. kondisi ini bisa dialami oleh siapa saja, tanpa memandang jenis kulit.
Biasanya kulit yang dehidrasi akan terlihat kusam dan menunjukkan tanda-tanda penuaan lebih cepat, seperti garis-garis halus di permukaan serta berkurangnya elastisitas atau kekencangan kulit.
- Ciri atau tanda
Di atas telah dijelaskan bahwa kulit kuring disebabkan oleh kurangnya produksi minyak alami. Alhasil, skin barrier menjadi lebih lemah dan kulit sulit mempertahankan kelembapannya.
Ciri atau tanda kulit kering meliputi:
- Kulit bersisik dan mengelupas
- Tekstur terasa kasar
- Kemerahan atau iritasi
- Mudah terasa perih
- Lebih rentan mengalami eksim atau dermatitis/
Kulit kering biasanya membutuhkan produk yang dapat menggantikan minyak alami yang hilang.
Pada kulit dehidrasi, beberapa tanda yang sering muncul antara lain:
- Kulit terlihat kusam dan lelah
- Muncul garis halus lebih jelas
- Elastisitas kulit berkurang
- Lingkaran hitam di bawah mata
- Kulit terasa gatal atau tudak nyaman.
Salah satu cara sederhana untuk mengeceknya adalah dengan melakukan tes cubit (pinch test). Cubit sedikit kulit di punggung tangan atau pipi selama beberapa detik. Jika kulit lambat kembali ke posisi semula, kemungkinan besar kulit Anda mengalami dehidrasi.
BACA JUGA:
- Metode perawatan kulit
Karena penyebabnya tidak sama, kulit kering dan kulit dehidrasi memiliki metode penanganan yang berbeda.
Kulit kering membutuhkan bahan yang kaya minyak dan bersifat emollient, seperti:
- Shea butter
- Minyak kelapa, almond, atau jojoba
- Squalane
- Argan oil
- Lanolin
- Ceramide
bahan-bahan tersebut membantu memperbaiki lapisan pelindung kulit dan mencegah kehilangan kelembapan.
Pada kulit dehidrasi, penanganannya berfokus pada peningkatan kadar air di dalam kulit. Untuk itu, gunakan produk perawatan kulit dengan kandungan berikut:
- Asam hyaluronat
- Gliserin
- Aloe bera
- Madu
- Asam laktat
- Snail mucin
Setelah menggunakan produk hydrating, jangan lupa mengunci kelembapan dengan pelembap agar air tidak mudah mengia[.
Demikian informasi tentang perbedaan kulit kering dan kulit dehidrasi. Dapatkan update berita menarik lainnya dengan mengunjungi laman VOI.id.