JAKARTA - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung memperkuat kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menangani persoalan kesehatan mental para pelajar.
Kepala Disdik Kota Bandung Asep Saeful Gufron mengatakan penguatan kesehatan mental siswa telah dimulai sejak 2025 melalui sejumlah program strategis, salah satunya penguatan karakter dengan pendekatan bela negara yang melibatkan TNI dan Polri.
“Program ini diluncurkan oleh Pak Wali Kota untuk membangun pola pikir positif anak-anak, menanamkan kemandirian, rasa tanggung jawab, dan ketahanan mental agar mereka tidak mudah terprovokasi atau terintimidasi,” kata Asep di Bandung, Jawa Barat, Sabtu 7 Februari, disitat Antara.
Asep mengatakan dalam pelaksanaannya, Disdik Kota Bandung menggandeng Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Dinas Sosial.
“Penanganan kesehatan mental tidak bisa berdiri sendiri. Harus kolaboratif, karena persoalan anak menyentuh aspek pendidikan, kesehatan, perlindungan anak hingga sosial,” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan mengumpulkan seluruh guru bimbingan konseling (BK) se-Kota Bandung untuk memperoleh penguatan kapasitas.
Disdik juga akan menggandeng Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) dalam memberikan pelatihan serta pemetaan kompetensi guru BK agar lebih peka membaca kondisi psikologis siswa.
“Nanti para guru BK akan dibekali keilmuan oleh para psikolog supaya lebih fokus mendeteksi perubahan perilaku, pola pikir, dan potensi risiko pada anak-anak,” ujarnya.
BACA JUGA:
Sebelumnya, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut sekitar 10 ribu siswa di Kota Bandung mengalami gangguan kesehatan mental sepanjang 2025 berdasarkan hasil survei yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Bandung terhadap pelajar tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas.
“10.000 siswa alami masalah kesehatan mental,” kata Farhan
Ia mengatakan temuan tersebut akan menjadi dasar bagi Dinas Pendidikan Kota Bandung untuk menyusun program penguatan kapasitas guru bimbingan konseling (BK) di sekolah-sekolah.