JAKARTA - Kulit bukan hanya lapisan luar yang memoles penampilan tapi juga sebagai organ terluar tubuh, kulit memegang peranan penting bagi kesehatan secara keseluruhan. Seperti ditegaskan oleh Erum N. Ilyas, seorang dokter kulit bersertifikat, yang dinukil dari Well and Good, Jumat, 6 Februari, merawat kulit bukan sekadar soal estetika, melainkan juga memahami fungsi-fungsi kulit dan menghargai perannya dalam menjaga kesejahteraan.
Ironisnya, banyak orang justru menjalankan kebiasaan kecantikan yang tampak “aman” tetapi ternyata dapat membahayakan kulit sehingga menyebabkan kekeringan berlebihan, jerawat yang makin sering, kemerahan, hingga noda hitam. Artikel ini akan mengajak Anda menyoroti empat kesalahan yang paling sering dilakukan dalam rutinitas kecantikan sehari-hari.
Eksfoliasi Berlebihan
Eksfoliasi memang sering dipandang sebagai jalan pintas menuju kulit halus dan bercahaya. Namun, jika dilakukan terlalu sering atau dengan metode yang terlalu agresif misalnya menggunakan sikat gesek atau perangkat mekanik justru dapat menimbulkan infeksi, seperti kasus impetigo akibat bakteri stafilokokus.
Alih-alih membuat kulit semakin sehat, kebiasaan semacam ini dapat merusak pelindung kulit alami, membuatnya menjadi lebih sensitif dan rentan terhadap iritasi. Sebagai saran, pilihlah scrub berbahan gula atau aprikot yang bersifat lembut, dan batasi penggunaannya hanya beberapa kali per minggu.
Pengaplikasian Concealer di Area Bawah Mata yang Salah
Kulit di sekitar mata termasuk paling lembut dan rentan terhadap gangguan. Kesalahan dalam mengaplikasikan concealer, termasuk menggosok terlalu keras atau tidak memperhatikan kondisi di bawah mata, dapat memperparah kondisi seperti pembengkakan karena akumulasi cairan (efek gravitasi) dan akhirnya membuat area itu tampak lebih gelap atau kasar.
Dr. Ilyas menyarankan agar saat mengoles krim di area ini, dimulai dari bagian dekat hidung ke arah luar, untuk membantu aliran cairan ke sistem limfatik dan menghindari penumpukan yang menyebabkan “membulatnya” tampilan kulit.
BACA JUGA:
Pemakaian Produk yang Tidak Berurutan
Urutan pemakaian produk dalam rutinitas perawatan kulit sering diremehkan, padahal hal ini sangat memengaruhi efektivitas dan keamanan. Dr. Ilyas menekankan bahwa produk-produk yang memiliki bahan aktif, khususnya medis, harus diaplikasikan terlebih dahulu agar bisa menyentuh lapisan kulit yang tepat, lalu baru dilapis dengan produk yang lebih “berat” seperti krim atau lotion untuk mengunci manfaatnya.
Secara umum, aturan sederhana bisa diingat: dari yang teringan ke yang terberat misalnya, serum sebelum lotion, krim sebelum makeup. Jika urutan ini terbalik, bisa jadi bahan aktif tidak terserap dengan optimal atau bahkan saling menghambat.
Mengabaikan Pemulihan Setelah Menggunakan Bulu Mata Palsu
Penggunaan bulu mata palsu memang dapat menambah sentuhan glamor, namun berat bulu palsu dan perekatnya dapat menyebabkan iritasi pada kulit kelopak mata. Kulit di sana harus mendapatkan perawatan “setelah” pemasangan seperti menggunakan produk berbahan petrolatum atau vitamin E untuk membantu regenerasi setelah pelepasan bulu mata palsu.
Mengabaikan proses pemulihan ini bisa membuat kulit kelopak mata menjadi kasar, merah, atau rentan terhadap masalah lain yang pada akhirnya merusak penampilan yang ingin diperindah.
Merawat kulit tak melulu soal memilih produk terbaru atau mengikuti tren kecantikan terkini. Kesehatan kulit justru lebih banyak ditentukan oleh kesadaran akan kebiasaan sehari-hari. Dengan memahami dan menghentikan kebiasaan-kebiasaan yang salah tersebut, Anda memberi kesempatan bagi kulit untuk “bernapas”, memperbaiki dirinya, dan tampil dalam kondisi terbaik. Kulit yang sehat adalah hasil dari perlindungan, perawatan yang cermat, dan kebiasaan tepat bukan hanya produk mahal.